Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
KABA RANAH

Anggarkan Rp2,8 Miliar, Pemprov Sumbar segera Perbaiki Jaringan Irigasi di Nagari Jawi-Jawi

0
×

Anggarkan Rp2,8 Miliar, Pemprov Sumbar segera Perbaiki Jaringan Irigasi di Nagari Jawi-Jawi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah didampingi kepala OPD terkait jaringan irigasi yang rusak di Nagari Jawi-Jawi, Kabupaten Solok, Sabtu (13/1). IST

SOLOK, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengalokasikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024 sebesar Rp2,8 miliar untuk perbaikan jaringan irigasi yang rusak di Nagari Jawi-Jawi, Kabupaten Solok.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah berharap perbaikan saluran irigasi itu akan berdampak signifikan terhadap tingkat produktivitas lahan sawah yang selama ini mengandalkan jaringan tersebut sebagai sumber pengairannya.

“Kami menerima informasi dari masyarakat bahwa ada 17 titik pada jaringan irigasi di Nagari Jawi-Jawi yang rusak. Akibatnya ratusan hektare sawah pengairannya terganggu. Untuk mengatasi itu, agar bisa segera kembali berfungsi maksimal. Pada tahun 2024 ini kami telah alokasikan anggaran sebesar Rp2,8 miliar untuk perbaikannya,” ucap Mahyeldi saat meninjau langsung ke Nagari Jawi-Jawi, Sabtu (13/1).

Baca Juga  Camat Kecil Ardinata Buka Musrembang Kecamatan Sungai Geringging

Ia menyebut, ada sekitar 800 hektare lahan pertanian yang pengairannya bergantung pada jaringan irigasi tersebut. Kemudian, sektor pertanian juga menjadi salah satu program prioritas pembangunan dalam masa kepemimpinannya.

Oleh karena itu, pihaknya sangat serius dalam menyikapi persoalan semacam ini. Itu kenapa, pada 2024 ini akan langsung dilakukan proses perbaikan. “Jaringan irigasi ini merupakan kebutuhan mutlak masyarakat untuk mengolah lahan pertanian mereka, itu makanya kita harus cepat dalam hal ini,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga  Penerapan Otonomi Daerah di Pasaman Berikan Banyak Manfaat

Selain itu, ia juga menyebut Kabupaten Solok merupakan salah satu lumbung padi premium di Sumbar. Pihaknya tidak ingin, akibat dari rusaknya irigasi menyebabkan produktivitas masyarakat menurun sehingga berdampak buruk terhadap ketersediaan beras kualitas premium di pasaran.