UTAMA

Bantuan Gempa Pasaman Terancam Kembali ke Kas Provinsi

1
×

Bantuan Gempa Pasaman Terancam Kembali ke Kas Provinsi

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Zulkenedi Said

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Miliaran dana bantuan yang diperuntukkan bagi korban gempa di Pasaman Barat (Pasbar) pada September tahun 2024 sekarang terancam kembali ke kas provinsi, jika penyaluran bantuan masih tak kunjung terealisasi.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Zulkenedi Said saat diwawancarai Haluan kemarin. Ia mengatakan, total ada Rp23,4 miliar dana provinsi yang telah dialokasikan untuk bantuan bagi korban gempa Pasaman yang terjadi pada tahun 2022 lalu.

Peruntukannya bagi korban gempa di Kabupaten Pasaman Barat sebanyak 1.171 unit rusak sedang, dan sisanya lebih kurang 500 unit rusak sedang untuk korban gempa di Kabupaten Pasaman.  Adapun bantuan untuk korban gempa Pasaman sudah disalurkan, sementara untuk Pasaman Barat masih belum terealisasi hingga saat ini.

Baca Juga  Direktur Adrian Darmawan: Jangan Sampai Tertipu, Umrah Legal Memenuhi Kriteria Lima Pasti

“Untuk Pasaman Barat bantuan gempa yang menjadi tanggung jawab provinsi ada sebanyak 1.171 unit hunian. Dari semua itu sampai sekarang belum ada satupun yang terealisasi, ini sangat kita sayangkan,” ujar Zulkenedi.

Dia mengatakan, jika masih tak kunjung terealisasi, pada September 2024 secara otomatis anggaran akan kembali ke kas provinsi. “Aturannya seperti itu dua tahun tak terealisasi dana akan kembali ke kas provinsi, kan kasian kita kepada masyarakat. Saya berfikir seharusnya kita carikan bantuan tambahan untuk masyarakat terdampak, bukan malah tidak terealisasi,” ucapnya.

Baca Juga  BNI Wilayah 02 Bersama FK-IJK Sumbar Bantu Korban Banjir Pessel

Atas permasalahan tersebut, dewan dari daerah pemilihan Pasaman-Pasaman Barat (Pasbar) itu mendorong Pemprov Sumbar serius menuntaskan penyaluran bantuan yang telah disepakati bersama dengan DPRD. Dorongan agar pemerintah daerah menyegerakan penyaluran bantuan untuk korban gempa Pasbar ini juga sudah kesekian kalinya ia sampaikan.

Persoalan ini berulang kali disuarakan Zulkenedi Said hampir dalam setiap rapat kerja bersama pemerintah daerah, dan juga ketika diwawancarai awak media. “Masa sudah lebih satu tahun kita tak juga dapat melaksanakan, sementara bantuan untuk hunian rusak berat yang dianggarkan pemerintah pusat sebagian besar sudah terealisasi, tinggal sedikit lagi yang belum,” ucapnya.