Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
NASIONAL

PAPDI dan Biofarma Gelar Diskusi Media Launching Vaksin COVID-19 Mandiri

0
×

PAPDI dan Biofarma Gelar Diskusi Media Launching Vaksin COVID-19 Mandiri

Sebarkan artikel ini
Dari kiri ke kanan : dr. Suzy Maria, SpPD, K-AI, DR Dr Sally Aman Nasution, SpPD, KKV, FINASIM, FACP - Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI). DR Dr Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI, FINASIM - Ketua satgas Imunisasi Dewasa PAPDI dan Prof DR Dr Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI, FINASIM (Penasihat Satgas Imunisasi PAPDI).

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID — Pada bulan Maret 2020, COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi global oleh WHO setelah kasus pertama ditemukan pada Desember 2019 di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Bulan maret tahun ini menandakan sudah genap 3 tahun dunia ini melawan COVID-19.

COVID-19 sendiri telah menyebabkan lebih dari 6 juta kematian di dunia. Meskipun secara global kasus COVID-19 baru dan kematian serta perawatan akibat COVID-19 mengalami penurunan dibanding beberapa tahun lalu, namun trend kasus baru dan kematian akibat COVID-19 saat ini masih sulit diprediksi.


Berdasarkan data dari kementerian kesehatan RI, trend kasus baru mulai meningkat sejak akhir Desember 2023 lalu. Saat ini peningkatan kasus COVID-19 disebabkan oleh varian EG.5 dan JN.1 yang merupakan turunan dari varian omicron. Hal ini menandakan bahwa COVID-19 masih ada di sekitar kita. Berbagai upaya penanggulangan perlu dilakukan, selain pengobatan, saat ini pencegahan COVID-19 melalui vaksinasi menjadi suatu aspek penting. Vaksin COVID-19 telah dilakukan pertama kali di Indonesia sejak Januari 2021 silam. Vaksinasi terbukti efektif dalam mencegah penularan dan beratnya penyakit akibat COVID-19 serta komplikasinya termasuk kematian.

Baca Juga  Kakorlantas Pertebal Personel di Jalan Saat Arus Balik

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada penderita COVID-19 antara lain:
1.Pneumonia: Infeksi paru-paru yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas, batuk berdahak, dan nyeri dada.
2.Sindrom Pernapasan Akut Berat (ARDS): Kondisi paru-paru yang terjadi akibat peradangan yang parah, menyebabkan kesulitan bernapas dan kekurangan oksigen yang serius.
3.Sepsis: Reaksi tubuh yang berlebihan terhadap infeksi, dapat menyebabkan peradangan yang merusak organ-organ tubuh.
4.Gagal ginjal: Infeksi virus COVID-19 dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.
5.Gangguan kardiovaskular: COVID-19 dapat menyebabkan peradangan pada jantung dan pembuluh darah, yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
6.Gangguan neurologis: Beberapa penderita COVID-19 mengalami gangguan neurologis seperti kebingungan, kehilangan indera penciuman, dan stroke.
7.Gangguan mental: Isolasi sosial dan stres akibat pandemi COVID-19 dapat menyebabkan gangguan mental seperti depresi dan kecemasan.
8.Komplikasi lainnya: Beberapa penderita COVID-19 juga mengalami komplikasi lain seperti trombosis, kerusakan hati, dan masalah pernapasan kronis.

Baca Juga  Kelas Parenting di Kauman Muhammadiyah: Kolaborasi Ponpes dan Orang Tua Kunci Sukses Pendidikan Santri