SOLOK SELATAN

Koalisi Masyarakat Sipil Sumbar Desak Penghentian Permanen Aktivitas Tambang di Air Dingin

1
×

Koalisi Masyarakat Sipil Sumbar Desak Penghentian Permanen Aktivitas Tambang di Air Dingin

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID– Koalisi masyarakat sipil Sumatra Barat, mendesak Pemprov Sumbar dan Kementrian Lembaga terkait untuk segera menghentikan seluruh aktivitas tambang yang beroperasi di Nagari Aia Dingin Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok secara permanen.

Baca juga :

https://www.harianhaluan.id/sumatera-barat/solok-selatan/hh-80484/walhi-sumbar-sebut-kerugian-ekologis-tambang-di-nagari-aia-dingin-capai-rp-32-miliar

Desakan itu disampaikan puluhan Individu, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh perempuan, akademisi, mahasiswa, jurnalis, pegiat sosial, pegiat HAM, pegiat lingkungan hidup, pegiat pariwisata, pengguna jalan, dan Organisasi Masyarakat Sipil Sumatera Barat di Kota Padang Selasa (23/4/2024).

Baca Juga  Bentuk Karakter Kompetitif, Solok Selatan Gelar Pelatihan Imam dan Dai

Selain mendesak penghentian aktivitas tambang secara permanen di daerah itu, koalisi masyarakat sipil juga menagih tanggung jawab para pelaku tambang untuk segera memulihkan fungsi lingkungan hidup kawasan itu yang rusak akibat aktivitas tambang yang dilakukan selama ini.

Mereka juga mendesak Polda Sumbar dan jajaran untuk segera melakukan penegakan hukum atas kejahatan yang dilakukan pelaku, baik dalam pendekatan pidana lingkungan, pidana pertambangan dan pidana kebencanaan.

Disamping itu, Koalisi masyarakat sipil Sumbar juga meminta Pemprov Sumbar dan seluruh pemerintah Kabupaten Kota untuk melaksanakan kebijakan pembangunan Sumatera Barat yang berkeadilan sosial-ekologis dengan pendekatan ekosentrisme.

Baca Juga  Hadiah Jelang Lebaran, Pemprov Sumbar Berikan Rp112 Miliar untuk Solok Selatan

Juru Bicara Koalisi masyarakat Sipil Sumbar, Tomi Adam menjelaskan, seruan tersebut dikeluarkan berdasarkan pertimbangan bahwa bencana ekologis muncul karena ketidakadilan serta salahnya sistem pengurusan alam, akibatnya hancur pranata kehidupan masyarakat.

“Apalagi kawasan aia dingin, secara geologi merupakan kawasan rentan bencana. Indikator nyatanya, kawasan itu dilewati patahan sesar semangko Sumatera,” ujarnya.