PARIWISATA

LIPUTAN EKSKLUSIF: Merayakan Kebangkitan Wisata Sumbar

3
×

LIPUTAN EKSKLUSIF: Merayakan Kebangkitan Wisata Sumbar

Sebarkan artikel ini
Kemenhub mengantisipasi potensi peningkatan pergerakan masyarakat pada musim libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 atau Nataru
Wisatawan memadati kawasan Pantai Air Manis, Kota Padang, DOK HALUAN

HALUANNEWS, PADANG — Bergairahnya kembali wisata Sumbar tidak lepas dari dua juta perantau yang diperkirakan mudik saat Lebaran 1443 H. Bahkan selama periode mudik dan Lebaran, Balai Pengelola Transportasi Darat mencatat jumlah kendaraan yang masuk Sumbar mencapai 300 ribu lebih.

“Jumlah wisatawan dan pemudik yang ada saat ini di Sumbar sangat tinggi dengan perkiraan mencapai 2 juta orang, setelah dua tahun sebelumnya tidak bisa pulang kampung akibat pandemi Covid-19,” ujar Gubernur Sumbar, Mahyeldi.

Baca Juga  Pembersihan Enceng Gondok di Talago Koto Baru: Upaya Menjaga Keindahan dan Potensi Wisata Air Tanah Datar

Ia menyebutkan, pada saat mudik Lebaran jumlah penerbangan menuju Padang juga meningkat cukup pesat, dari 20 penerbangan menjadi 60 kali penerbangan dan penuh oleh penumpang. Kedatangan pemudik yang cukup tinggi tersebut sangat berdampak pada sektor ekonomi dan wisata di Sumbar.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi

Menurut Mahyeldi, jumlah kunjungan wisatawan pada libur Lebaran mencapai 11 ribu orang per hari. Ia pun memperkirakan jumlah perputaran uang selama momen Lebaran mencapai triliunan rupiah.

“Kita memperkirakan ada sebanyak 1,8 juta perantau yang pulang kampung. Jika dihitung satu orang saja bisa membelanjakan uangnya minimal senilai Rp1 juta saja selama 10 hari itu, maka bisa triliunan uang masuk ke Sumbar ini,” katanya.

Baca Juga  Bawaslu Pasbar Sosialisasikan Pengawasan Pencalonan Presiden

Di sisi lain, Mahyeldi menyebutkan, geliat wisata Sumbar selama libur Lebaran menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kesiapan destinasi wisata dalam menyambut iven Visit Beautiful West Sumatera 2023. Mulai dari kesiapan sarana prasarana, infrastruktur, serta penerapan protokol kesehatan (prokes).