UTAMA

DP3AP2KB Gelar Bimtek Terapis Keluarga Pendamping Anak Berkebutuhan khusus

0
×

DP3AP2KB Gelar Bimtek Terapis Keluarga Pendamping Anak Berkebutuhan khusus

Sebarkan artikel ini
DP3AP2KB Sumbar menggelar Bimtek Terapis Bagi Keluarga Dan Pendamping Anak Penyandang Disabilitas selama dua hari (9-10/8) di salah satu hotel di Kota Padang. IST

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar)  menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) terapis bagi keluarga dan pendamping anak penyandang disabilitas selama dua hari (9-10/8) di salah satu hotel di Kota Padang. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Yayasan Rumah Gadang Cerebral Palsy.

Bimtek ini terlaksana atas alokasi anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar, Rafdinal. Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPD RI Muslim M Yatim.

Rafdinal yang juga politisi PKS itu saat pembukaan bimtek mengungkapkan, persoalan disabilitas harus mendapatkan perhatian seluruh pihak, salah satunya adalah penyandang Cerebral Palsy (CP).  Orang tua sebagai sosok yang dekat dan memiliki banyak waktu pada anak berkebutuhan khusus, harus memiliki bekal untuk merawat sang buah hati.

Baca Juga  1.046 Pelamar Ikuti Ujian Seleksi Kompetensi PPPK di Lingkup Pemkab Sijunjung Formasi Tahun Anggaran 2024

“Untuk anak berkebutuhan khusus CP, penanganannya adalah diterapi. Karena SDM untuk melakukan itu terbatas di rumah sakit, maka orang tua bisa melakukan setiap hari dalam waktu berkala, satu atau setengah jam,” katanya.

Dia mengungkapkan penyandang CP di Sumbar cukup banyak, namun tidak semuanya mendapatkan perawatan intensif. Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja sebagai terapis pun terbatas, oleh sebab itu penguatan kapasitas orang tua sebagai pengasuh anak CP dalam keluarga harus dilakukan.

Baca Juga  ASN Harus Jadi Motor Penggerak Perubahan

“Jika anak CP tidak mendapatkan terapi, maka mereka akan terus bergantung pada orang lain dan hanya bisa terbaring,” katanya.

Dia berharap dinas yang bersentuhan dengan penanganan orang berkebutuhan khusus, bisa mendata dengan akurat dan spesifik orang-orang berkebutuhan khusus. Hal itu sangat penting terhadap kelangsungan arah kebijakan pemerintah untuk penyandang disabilitas.