PADANG, HARIANHALUAN.ID — Komisi Pemilihan Umum atau KPU mencatat jumlah partisipasi pemilih pada Pemungutan Suara Ulang atau PSU DPD hanya sekitar 40 persen, menurun drastis dibanding saat Pileg 2024 pada 14 Februari lalu yang mencapai 76 persen.
Turunnya animo masyarakat untuk pergi ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) ini terjadi hampir di seluruh kabupaten/ kota di Sumbar. Berdasarkan pantauan Haluan di lapangan, sejumlah TPS memang tampak lengang.
Di TPS Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang misalnya, hingga menjelang tengah hari, baru 25 pemilih yang melakukan pencoblosan dari 247 data pemilih tetap yang tercatat di TPS tersebut. Sedangkan di TPS 23 Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, dari 250 daftar pemilih tetap, hanya 96 orang yang melakukan pencoblosan.
“Saat ini masih rekapitulasi hasil tingkat kecamatan, jadi belum bisa kita melihat hasilnya, namun partisipasi masyarakat sangat menurun. Partisipasi masyarakat masuk dalam kisaran 40 persen, sedangkan pemilu sebelumnya 76 persen. Sangat jauh turunnya,” ujar Komisioner KPU Sumbar Jons Manedi.
Ia mengatakan beberapa hari jelang pelaksanaan PSU asumsi berbagai pihak yang menilai partisipasi PSU DPD RI untuk Dapil Sumbar menurun memang mendekati kenyataan.
Tercatat, pada Pemilu 2024 kemarin, jumlah pemilih yang datang ke TPS saat untuk pemilihan DPD berjumlah sebanyak 2.181.000 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 256 ribu suara tidak sah dan penyebabnya rata-rata surat suara tidak dicoblos oleh pemilih.
“Kami memang tidak mematok target jumlah pemilih pada PSU, dan berharap tidak jauh berbeda dengan jumlah pemilih pada Pileg sebelumnya yang sebesar 74-76 persen. Tapi kita tunggu hasil rekapitulasi dari masing-masing kabupaten/kota,” ucapnya.
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbar, Alni juga mengakui bahwa tingkat partisipasi pemilih mengalami penurunan pada PSU DPD di Sumbar. “Tingkat partisipasi di seluruh kecamatan, berdasarkan laporan dari kawan-kawan, memang ada penurunan. Dari data tim yang Bawaslu turunkan ke lapangan, diketahui tingkat kehadiran di TPS hanya 30-40 persen,” katanya.
Menurutnya, dari segi pandangan umum, tentu banyak faktor yang menyebabkan masyarakat tidak datang ke TPS. Pertama, karena memang waktu tidak bertepatan dengan melakukan aktivitas yang lain. Hal ini normal saja, meskipun pemilihan di hari libur.
Kedua, masyarakat tidak banyak mengetahui track record dari masing-masing calon DPD di Sumbar. Terakhir, ada kejenuhan pemilih atau masyarakat datang ke lokasi TPS untuk memilih.
“Banyak faktor, tapi tentu kami dari Bawaslu tidak menilai seperti itu. Kami menganggap apapun hasilnya, kalau sudah dilakukan secara prosedural tentu diterima hasilnya,” katanya.
Saat ini, kata Alni, Bawaslu Sumbar memastikan pelaksanaan tahapan pemungutan dan penghitungan suara PSU DPD berjalan lancar. Hingga H+1 pemungutan suara, pihaknya masih belum mendapati adanya pelanggaran pemilu.
Namun memang ada beberapa TPS di Mentawai, karena memang kondisi tertentu seperti faktor cuaca, menyebabkan KPU terpaksa melakukan PSU susulan. (*)





