SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.ID – Memasuki musim kemarau, berbagai tindakan antisipatif bencana kebakaran gencar dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Solok Selatan atau Satpol PP dan Damkar Solsel.
Bentuk kesiapsiagaan bencana tersebut dilakukan salah satunya dengan pengecekkan kondisi armada serta sarana prasarana dan peralatan Damkar, agar selalu prima ketika di operasikan.
Kasat Pol PP dan Damkar Solsel Novrizon, kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada hari Jum’at dan Sabtu (26-27 Juli) diantaranya di Posko 2 di Kecamatan Sangir Jujuhan dan Posko 3 di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.
“Kegiatan ini kami lakukan dalam rangka kesiapsiagaan bencana kebakaran. Alhamdulillah kegiatan didampingi oleh Kabid Damkar, Kasi Sarana Prasarana serta Camat dan Sekretaris Kecamatan, pengujian mobil Damkar dilaksanakan di halaman kantor Camat Sangir Jujuan dan lapangan bola KPGD,” ujarnya Novrizon kepada media haluan, Minggu (28/7).
Selain itu, para petugas Damkar juga melakukan simulasi penggunaan alat, serta simulasi situasi kebakaran untuk memastikan kesiapsiagaan dalam situasi darurat, sehingga dapat meminimalisir dampak dan korban jiwa.
“Kita senantiasa berkomitmen untuk menjaga standar pelayanan yang optimal. Kami juga gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat dalam bentuk himbauan untuk lebih waspada selama musim kemarau ini,” bebernya.
Sosialisasi antisipasi atau pencegahan kebakaran yang rutin dilakukan di kalangan masyarakat, khususnya dilakukan pada daerah padat penduduk. diantaranya himbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama sampah yang mudah terbakar.
Selain itu, mengedukasi masyarakat untuk berhati-hati dalam penggunaan api di kegiatan sehari-hari. Tidak melakukan pembakaran lahan tanpa pengawasan, serta pencurian listrik yang bisa menyebabkan korsleting sehingga memicu kebakaran.
Pihaknya berharap, agar situasi musim kemarau pada beberapa bulan mendatang, masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan, gencar melakukan kegiatan ronda dan tindakan antisipasi di lingkungan daerahnya masing-masing, demi memastikan keselamatan masyarakat terhindar dari musibah kebakaran. (*)





