SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.ID – Komite Sekolah Dasar Islam Terpadu atau SDIT Marhamah Kabupaten Solok Selatan kembali melaksanakan program menu sehat untuk menunjang konsumsi siswa dan guru dengan menu sehat dan bergizi, Rabu (11/9).
Mewakili Ketua Komite, Bendahara Komite SDIT Marhamah, Silvia Aprilia mengatakan program rutin yang dijalankan selain memenuhi standar gizi namun juga standar kesehatan, juga untuk mengampanyekan budaya makan tanpa unsur 5P (Pemanis buatan, Penyedap rasa, Pengawet, Pewarna sintetis dan Pengembang).
“Komposisinya ada lauk pauk, nasi, susu, buah-buahan dan sayur dalam artian mencukupi kriteria empat sehat lima sempurna”, kata Silvia menjelaskan.
Dikatakan pihak komite menyediakan sebanyak 425 paket makanan dengan rincian untuk siswa sebanyak 377 orang, 34 Guru, serta beberapa pengurus komite, yayasan dan tim pelaksana. Adapun total Anggaran yang disediakan mencapai Rp.9,75 juta rupiah.
“Kalau harapan peningkatan kedepannya ada, namun melihat kondisi perekonomian saat ini, alhamdulillah kami masih bisa merealisasikan sebanyak dua kali setiap tahunnya, mudah-mudahan tahun depan dengan adanya peningkatan ekonomi bisa merealisasikan per semester dua kali,” pungkasnya.
Mengapresiasi kegiatan tersebut, Waka Kurikulum SDIT Marhamah, Dona Yulianti menyebut gagasan Komite dalam menyediakan program menu sehat sebagai suatu trobosan ide yang cemerlang, dan diharapkan ada trobosan maupun ide lainnya yang bisa diterapkan untuk perkembangan belajar siswa.
Meninjau dari sisi edukasi, selain meningkatkan gairah belajar murid, program ini dinilai membantu mewujudkan sikap disiplin anak. Pasalnya siswa juga dilibatkan untuk bekerjasama mendistribusikan paket makanan ke kelas dan penerapan disiplin dalam makan hingga menjaga kebersihan.
“Anak-anak belajar bertanggung jawab membagikan makanan, mengedukasi anak-anak membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas. Itu salah satu edukasi yang luar biasa untuk anak-anak menjadi mandiri dan lebih disiplin”, ucapnya.
Diharapkan dengan adanya program menu sehat ini kedepan bisa bersinergi dengan program pemerintahan sehingga standar gizi kesehatan anak-anak dapat terpenuhi setiap hari.
Hal ini juga sebagai upaya kolaborasi untuk membantu tumbuh kembang anak serta upaya mengurangi resiko stunting dan mewujudkan generasi emas 2045. (*)





