TANAH DATAR

60 KK Korban Bencana Alam Segera Miliki Huntap

3
×

60 KK Korban Bencana Alam Segera Miliki Huntap

Sebarkan artikel ini

TANAH DATAR, HARIANHALUAN.ID- Masyarakat Tanah Datar terdampak banjir lahar dingin dan tanah longsor, dalam waktu dekat segera memiliki Hunian Tetap (Huntap) Rumah Relokasi Terpadu yang terletak di kawasan Balai Benih Induk (BBI) Ladang Laweh, Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan.

Hal itu ditandai dengan Peletakan Batu Pertama pembangunan Huntap tersebut oleh Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Malyeldi Ansarullah, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Ketua TP PKK Sumbar Ny. Harneli Mahyeldi dan Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, di lokasi tersebut, Kamis (12/9/2024).

Di kesempatan itu, Bupati Eka Putra mengucapkan rasa terima kasih atas bantuan dan dukungan seluruh pihak sehingga terlaksana pembangunan Huntap Rumah Relokasi Terpadu bagi korban bencana alam di daerah yang dikenal Luhak Nan Tuo ini.

Baca Juga  Muhammadiyah Batipuh Selatan Nagari Padang Laweh Malalo Gelar Tablig Akbar

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pihak-pihak terkait lainnya atas segala usaha mewujudkan Huntap bagi masyarakat terdampak musibah banjir lahar dingin dan tanah longsor di Tanah Datar,” ujar Bupati Eka Putra.

Bupati Eka Putra menjelaskan, pembangunan Huntap Rumah Relokasi Terpadu di kawasan tersebut, sebanyak 60 unit di lahan seluas 3,8 Hektare, dikerjakan oleh Kementerian PUPR, dengan rentang waktu 134 hari atau sekitar 4 bulan.

‘Kami menyiapkan lahan untuk 150 unit Rumah, 60 unit Rumah dibangun berdasarkan Masyarakat yang bersedia tinggal di Huntap Rumah Relokasi Terpadu. Selain itu, kami juga menyiapkan Relokasi Mandiri dibangun di tanah kaum masing-masing,” ujar Bupati Eka Putra.

Baca Juga  PT. SEML Solok Selatan Salurkan Bantuan kepada 87 KK di Agam dan Tanah Datar

Bupati Eka Putra berharap, masyarakat penerima bantuan Huntap Rumah Relokasi Terpadu untuk terus bersyukur dan ikhlas dengan apa yang telah terjadi sehingga tidak berlarut-larut di dalam kesedihan akibat bencana alam Banjir Bandang dan Tanah Longsor.