SUMBAR

Mahyeldi-Vasko Bakal Lanjutkan Alokasi 10% APBD untuk Pertanian Sumbar

0
×

Mahyeldi-Vasko Bakal Lanjutkan Alokasi 10% APBD untuk Pertanian Sumbar

Sebarkan artikel ini
Komisi Pemilihan Umum Sumatera Barat atau KPU akan menetapkan Gubernur dan Wakil Sumbar terpilih pada hari ini, Kamis (9/1). 
Komisi Pemilihan Umum Sumatera Barat atau KPU akan menetapkan Gubernur dan Wakil Sumbar terpilih pada hari ini, Kamis (9/1). 

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Mahyeldi-Vasko menegaskan komitmen mereka untuk mendorong sektor pertanian, terutama pada sektor rendah emisi dengan mengalokasikan 10 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumatera Barat.

Juru bicara (Jubir) Mahyeldi-Vasko, Reido Deskumar menyebutkan bahwa alokasi tersebut fokus pada penyediaan sarana dan prasarana pertanian, modernisasi, serta hilirisasi sektor pertanian.

“Komitmen ini menunjukkan keberpihakan Mahyeldi-Vasko kepada para petani di Sumatera Barat. Alokasi anggaran ini tentu akan membantu mengembangkan sektor pertanian yang lebih efisien, berkelanjutan dan ramah lingkungan,” katanya, Sabtu (14/9/2024).

Baca Juga  Kejati Sumbar Salurkan Bantuan Warga Terdampak Bencana di Padang

Pada periode sebelumnya, di bawah kepemimpinan Buya Mahyeldi alokasi 10 persen APBD untuk sektor pertanian telah memberikan dampak positif yang signifikan.

“Penerapan anggaran ini terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan petani, serta memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Reido.

Lebih lanjut Mahyeldi-Vasko mengatakan, ia akan mendorong inovasi pertanian, salah satunya melalui pembentukan lembaga sertifikasi organik. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian organik dan memberikan jaminan kualitas kepada konsumen.

Baca Juga  Atasi Banjir di Batang Anai, Padang Pariaman Bergerak Bersama

Inovasi lainnya adalah pengembangan sekolah lapangan pertanian yang akan menjadi sarana edukasi bagi para petani untuk menerapkan teknologi dan metode bertani yang ramah lingkungan.

“Dengan adanya sekolah lapangan ini, petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.