PADANG, HARIANHALUAN.ID— Aset hotel Pemerintah Provinsi Sumatra Barat di Bukittinggi kini dikelola PT Kata Selaras. Eks Hotel Novotel Bukittinggi yang kini telah berganti nama menjadi Hotel Monopoli.
Sebelum resmi berganti nama, aset hotel Pemprov itu sempat dikelola oleh PT Graha Mas Citra Wisata dengan nama Triple Tree Hotel Bukittinggi. Namun per 1 Oktober 2024 resmi berganti nama menjadi Monopoli Hotel Bukittinggi atas pengelolaan PT Kata Selaras Bersama.
Peresmian itu tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting seperti Gubernur Sumbar, Mahyeldi; Staf Ahli Gubernur Sumbar, Syaiful Bahri; anggota DPR RI, Guspardi Gaus; Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Beni Yusrial; serta Staf Ahli Kota Bukittinggi, Melfi Abra.
Dalam acara ini, dilakukan serah terima simbolis aset perjanjian sewa antara Pemprov Sumbar dan PT Kata Selaras Bersama yang merupakan konsorsium dari beberapa perusahaan, yaitu PT Sanga Jiwa Group, PT Iflek Indonesia, dan PT Trivia Mandiri Flexindo. Perjanjian sewa ini berlaku untuk periode 2024–2029.
Presiden Direktur PT Kata Selaras Bersama, Rama Gusriyanto didampingi Komisaris PT Kata Selaras Bersama, YV Tri Saputra berharap kehadiran Monopoli Hotel hendaknya memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan pariwisata Sumbar di masa depan, serta menunjukkan bahwa orang Minang mampu memberikan yang terbaik bagi ke majuan daerahnya.
Komisaris PT Kata Selaras Bersama, YV Tri Saputra menambahkan bahwa Monopoli Hotel Bukittinggi memiliki arsitektur yang unik dan menyajikan suasana “romantic hotel” yang berlokasi di pusat Kota Bukittinggi.
Hotel ini terdiri dari 98 kamar dengan lima tipe, yakni Superior, Deluxe, Deluxe Mountain View, Junior Suite, dan Singgalang Suite Room, yang dilengkapi dengan fasilitas dan interior berstandar internasional. Monopoli Hotel, yang beralamat di Jalan Laras Datuk Bandaro, Bukit Cangang Kayu Ramang, Kecamatan Guguk Panjang, Bukittinggi, diharapkan menjadi ikon baru dalam industri perhotelan di Sumbar.
Staf Ahli Gubernur, Syaiful Bahri berpesan agar aset tersebut dirawat dengan baik, dan berharap kehadiran Monopoli Hotel dapat menambah daya tarik wisata bagi Sumbar, khususnya Bukittinggi.
“Semoga dengan hadirnya Monopoli Hotel, jumlah pengunjung ke Bukittinggi akan terus meningkat,” ujarnya.
Selain sebagai upaya mendukung sektor pariwisata, investasi dalam pembangunan hotel ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Kami berharap Monopoli Hotel menjadi pilihan utama wisatawan yang berkunjung ke Bukittinggi, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi ekonomi masyarakat,” ujarnya. (*)





