Kedua, mengenai daya tahan UMKM dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Ia menekankan bahwa UMKM tidak bisa lagi bergantung pada cara-cara lama, tetapi harus siap menghadapi persaingan pasar yang semakin global.
Untuk itu, Wamen UMKM RI juga mendorong agar kelompok tani dapat berkembang menjadi UMKM dan selanjutnya didorong menjadi koperasi. Dengan demikian, dua masalah utama yang dihadapi oleh sektor UMKM dan koperasi, yaitu peningkatan kapasitas usaha dan peningkatan akses pasar, dapat teratasi. Program Simamak diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan daya saing UMKM di Sumbar.
Dalam kondisi ekonomi yang sedang menghadapi berbagai tantangan, Helvi menekankan bahwa perhatian terhadap UMKM sangat penting.
Program Simamak, yang memberikan bantuan subsidi dan pelatihan bagi pelaku usaha kecil, diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian daerah dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
Meskipun Sumbar menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman bencana alam yang terus menerus, Helvi tetap optimis bahwa dengan dorongan yang tepat, sektor UMKM di daerah ini akan mampu berkembang pesat.
Ia mengajak semua pihak untuk terus mendukung wirausaha lokal agar pelaku UMKM dapat bertransformasi menjadi pengusaha yang lebih tangguh dan berdaya saing tinggi.
Dengan berbagai kebijakan yang digulirkan dan dukungan dari berbagai program, diharapkan UMKM di Indonesia, terutama di Sumatera Barat, dapat tumbuh lebih pesat dan berkontribusi dalam penciptaan lapangan pekerjaan serta pengurangan angka kemiskinan di daerah tersebut. (*)





