RANAH & RANTAU

Prostitusi Berkedok Warung Remang-Remang Tumbuh Menjamur Di Jalan Lintas Sumbar-Riau

7
×

Prostitusi Berkedok Warung Remang-Remang Tumbuh Menjamur Di Jalan Lintas Sumbar-Riau

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.ID- Prostitusi terselubung berkedok warung remang-remang di Jalan Lintas Sumbar-Riau Nagari Pangkalan dan Nagari Tanjuang Balik Kecamatan Pangkalan bermunculan.

Usai dirazia beberapa bulan belakangan, kini kembali muncul dan banyak berdiri bangunan sepanjang jalan lintas Sumbar-Riau yang diduga menjadi tempat bisnis lendir terselubung.

Permasalahan tersebut tentu tak bisa dipandang sebelah mata, keberadaannya kian meresahkan masyarakat dan menjadi pekerjaan serius yang perlu dicarikan solusi oleh Pemerintah Kabupaten Limapuluh kota.

Pantauan di lapangan, tempat tersebut nampak seperti warung biasa. Tidak ada yang salah jika dilihat dari depan. Jika dilihat kedalam disuguhkan bilik-bilik kamar yang menjadi pemuas syahwat lelaki hidung belang.

Baca Juga  Musrenbang RKP 2023 Nagari Rao-rao, Wabup Tanah Datar Ingatkan Pembangunan Betul-betul Kebutuhan Masyarakat

“Tempat tersebut bisa dikatakan lokasi terselubung kegiatan yang berbau prostitusi. Dimana tim media Limapuluh kota berhasil mewawancarai salah satu orang perempuan ditempat itu. Namun kita masih akan mendalami dan memberi asesment kepada dia (perempuan), apakah benar  dia berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK),” ujar tim media Indra Adrimel, Rabu (4/11/2024).

Salah seorang warga mengatakan tempat tersebut belum terdata oleh Pemerintah sebagai tempat lokalisasi dan bangunannya tidak ada izin sama sekali, namun diduga kuat tempat tersebut sebagai lokasi kegiatan berbau prostitusi.

Baca Juga  Dari Nagari Sumatra Barat Membangun, Sekretaris DPMD Sumbar Amriman: Semoga Haluan Mengakomodir Perkembangan di Nagari

“Jika dilihat dari luar tampak seperti warung. Setelah dicek oleh tim awak media ditemukan 4 orang perempuan dan sejumlah kamar-kamar. Namun tempat itu dekat di duga lokalisasi bisnis ecek-ecek,” imbuhnya.