UTAMA

Lokasi Terminal Anak Air Disebut Tak Strategis

0
×

Lokasi Terminal Anak Air Disebut Tak Strategis

Sebarkan artikel ini
Suasana Lengang Tenant penjualan tiket bus AKAP di Terminal Tipe A Anak Air. Fauzi

“Daripada alokasi anggaran yang tersedia kembali lagi ke kas pemerintah pusat menjadi SILPA, lebih baik dihabiskan. Soal apakah pembangunan itu nantinya bermanfaat, tepat guna atau tidak, itu urusan lain. Ini yang menjadi persoalan,” ungkapnya.

Secara umum, Imral Adenansi menilai pembangunan terminal tipe A Anak Air yang pada akhirnya tidak berfungsi dengan baik , hanyalah satu dari sekian banyak pekerjaan rumah pemerintah pada sektor transportasi darat.

Ia menuturkan, kondisi pelaku usaha angkutan umum resmi di Sumatra Barat saat ini, sudah kian terdesak dengan menjamurnya aplikasi transportasi online dan travel liar. Saat ini pengusaha transportasi darat harus benar-benar berjuang untuk Survive.

Baca Juga  Bank Nagari Cabang Siteba Sudah Kucurkan kredit Rp654,286 Miliar

“Jumlah ojek maupun taxi online di indonesia saja saat ini sudah hampir 40 juta orang. Sementara di Sumbar saja, saat ini kami para pengusaha AKAP hanya bisa mengharapkan penumpang di High Season saja. Sementara di Low Season, sulit untuk diharapkan,” ucapnya.

Untuk itu, Selaku Ketua DPD Organda Sumbar, ia mendorong pemerintah melahirkan regulasi yang adil bagi seluruh pelaku usaha transportasi darat.

“Meskipun bagi pemerintah hal ini menjadi dilema. Tapi bagaimanapun harus ada regulasi yang tidak merugikan bagi kami pelaku usaha transportasi darat yang taat membayar pajak ini,” pungkasnya.  (*)

Baca Juga  Wakapolres Pasbar Pimpin Kegiatan Jumat Curhat Di Masjid Taqwa Sungai Aur