Dengan lahirnya sosok seorang Muhammad Nasir di kegiatan China-Asean Teater Week memberikan warna tersendiri bangkitnya budaya tradisional yang diangkat sampai ke internasional, merupakan prestasi yang sangat luar biasa untuk menjadikan motivasi bagi generasi muda yang lainnya, bahwa dengan karya tradisional mampu menciptakan intersional The Best Actor Teater Desember 2024 di China.
Prestasi yang didapat tentu mendapat apresiasi oleh Wali Nagari Lareh Nan Panjang, Muskinta. Sebagai bukti nyata terhadap komitmen nagari untuk terus berjuang dalam melestarikan seni budaya dari kearifan lokal yang dimiliki.
Wali Nagari Lareh Nan Panjang, Muskinta terus memberikan wadah dan bimbingan akan pelestarian seni dan budaya yang dimiliki di nagari untuk terus dijaga dan dikembangkan, agar sampai anak cucu dimasa yang akan datang tahu akan seni dan budaya yang dimilki dari sejarah yang ada dibawa oleh leluhur kita.

Pada kesempatan itu juga, Muskinta menjelaskan bahwa Nagari Lareh Nan Panjang sudah dibangun gedung edukasi seni dan budaya di lokasi Laga-Laga Toboh Nagari Lareh Nan Panjang sebagai titik pusat seni budaya.
“Harapan kami tentu bisa dijadikan edukasi bagi generasi muda. Muhammad Nasir merupakan putra daerah Nagari Lareh Nan Panjang tepat di Korong Kampung Baru yang merupakan lulusan dari ISI Padang Panjang Sumatera Barat, yang fokus pada pembelajaran seni,” ujarnya.
Sejak itu, kata Muskinta, Muhammad Nasir terus mengembangkan seni dan bakat yang dimiliki dengan mengembangkan bakatnya dalam sebuah komunitas sampai saat sekarang. “Dan dengan ini kita harapkan dia terus lebih mengeksplorasi lagi ke generasi berikutnya, agar ini bisa terjaga dan tetap dilestarikan kedepan,” ujar Muskinta.
Wali Nagari berpesan kepada Nasir dan komunitas sanggar yang ada di Nagari Lareh Nan Panjang, bahwa segala apa yang ditoreh itu merupakan hasil dari kemauan dan kegigihannya untuk terus berbuat demi memajukan diri sendiri dan daerah, serta terus semangat dan jangan patah semangat untuk meraih kesuksesan. (*)





