SUMBAR

Pemprov Sumbar Dukung Program MBG, Bakal Dongkrak Produk Pertanian Lokal

0
×

Pemprov Sumbar Dukung Program MBG, Bakal Dongkrak Produk Pertanian Lokal

Sebarkan artikel ini
Sejumlah petani tengah memanen padi di salah satu persawahan di Kota Solok, Senin (27/11). Dalam memaksimalkan hasil panen, peran vital penyuluh pertanian sangat dibutuhkan. DINO

PADANG, HARIANHALUAN.ID- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat optimis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mampu meningkatkan serapan produk pertanian lokal serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian.

Oleh karena itu, dukungan penuh diberikan agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini sukses di Sumbar. Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distan horbun) Sumbar, Ferdinal Asmin menyatakan, Sumbar sangat siap menyambut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengutama kan penggunaan produk pertanian lokal untuk Program MBG.

Baca Juga  Mengintip Dapur Makan Bergizi Gratis di Pariaman

“Apalagi saat ini angka produksi produk pertanian Sumbar, seperti beras, sayur-sayuran, dan buah-buahan sudah memenuhi kebutuhan konsumsi lokal,” ujarnya kepada Haluan, Kamis (9/1).

Ferdinal menjelaskan, angka produksi gabah Sum bar pada 2024 lalu tercatat mencapai angka 1,4 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Jika dikonversi menjadi beras, jumlah produksi beras Sumbar mencapai angka sekitar 800 ribu ton per tahun.

“Sedangkan kebutuhan konsumsi beras kita itu hanya sekitar 500 ribu ton. Artinya ada surplus sekitar 300 ribu ton, belum lagi sayur-sayuran. Sumbar bahkan menja di daerah penyuplai utama ke provinsi tetangga,” katanya.

Baca Juga  Komisioner KI Sumbar Apresiasi Keseriusan Bawaslu Persiapkan PPID untuk Monev 2024

Jumlah produksi komoditas sayur-sayuran Sumbar juga menunjukkan angka yang cukup tinggi dan telah mampu memenuhi kebutuhan konsumsi lokal. Produksi cabai Sumbar pertahun, diperkirakan mencapai angka 1,3 juta kuintal.

Sementara itu, produksi komoditas bawang merah hingga sayur-sayuran segar lainnya diperkirakan mencapai angka 2 juta kuintal per tahun.