PERISTIWA

Kerugian Tembus Rp 2000 Triliun, Kebakaran Los Angeles Jadi Bencana Termahal dalam Sejarah AS

0
×

Kerugian Tembus Rp 2000 Triliun, Kebakaran Los Angeles Jadi Bencana Termahal dalam Sejarah AS

Sebarkan artikel ini
Helikopter pemadam dikerahkan untuk menanggulangi kebakaran yang semakin meluas di kawasan West Hills, Los Angeles, yang semakin cepat menyebar akibat hembusan angin yang sangat kuat. (Foto: Associated Press)
Helikopter pemadam dikerahkan untuk menanggulangi kebakaran yang semakin meluas di kawasan West Hills, Los Angeles, yang semakin cepat menyebar akibat hembusan angin yang sangat kuat. (Foto: Associated Press)

“Kami sedang menghadapi salah satu bencana terburuk yang pernah ada,” kata Erik Scott, Kapten Departemen Pemadam Kebakaran Los Angeles, dalam wawancara dengan stasiun lokal KTLA.

Kebakaran ini mengarah pada krisis baru di sektor asuransi, dengan perusahaan seperti Morningstar dan JP Morgan memperkirakan kerugian yang diasuransikan lebih dari USD8 miliar.

Analis asuransi memperingatkan bahwa sektor ini akan menghadapi pukulan berat, dengan premi asuransi yang lebih tinggi dan opsi pertanggungan yang lebih terbatas.

Baca Juga  Bantuan Internasional Berdatangan Tangani Kebakaran Los Angeles

“Kami sedang menilai ulang seluruh strategi penetapan harga kami, dan tentu saja, ini akan berujung pada kenaikan premi yang signifikan bagi banyak pemilik rumah,” ujar Michael Maley, analis dari Morningstar.

Sektor asuransi kini bersiap menghadapi dampak besar, dengan semakin banyak warga California yang beralih ke rencana asuransi pemerintah negara bagian yang lebih mahal dan memberikan perlindungan yang lebih sedikit.

Data menunjukkan bahwa sejak 2020, jumlah polis asuransi yang ditawarkan melalui program Fair California telah meningkat lebih dari dua kali lipat, dari sekitar 200.000 menjadi lebih dari 450.000 pada September 2024.

Baca Juga  Ribuan Peserta Ikuti Gerak Jalan Kerukunan Kota Padang

Denise Rappmund, analis senior di Moody’s Ratings, memperingatkan bahwa dampak jangka panjang dari kebakaran ini akan sangat terasa, tidak hanya dalam kerusakan properti, tetapi juga dalam tekanan pada keuangan publik, pasar asuransi, dan sektor pariwisata.