SUMBAR

Insinyur Muda Asal Sumbar Soroti Proyek PLTS Terapung di Danau Singkarak

0
×

Insinyur Muda Asal Sumbar Soroti Proyek PLTS Terapung di Danau Singkarak

Sebarkan artikel ini
PLTS di Danau Singkarak
Insinyur muda asal Sumatera Barat (Sumbar), Ulul Azmi

5. Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab 

Pentingnya efisiensi dalam penggunaan sumber daya, memastikan bahwa proyek ini tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga menggunakan teknologi yang meminimalkan limbah dan dampak lingkungan.

Ulul Azmi memberikan sejumlah rekomendasi sebagai solusi untuk meredakan penolakan masyarakat sekaligus memastikan bahwa proyek ini dapat berjalan tanpa mengorbankan mata pencaharian nelayan.

Solusi tersebut antara lain:

1. Dialog dan Sosialisasi yang Intensif 

Pemerintah dan investor perlu membuka ruang diskusi dengan masyarakat terdampak untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang manfaat proyek, khususnya dalam mendukung transisi energi dan keberlanjutan.

2. Teknologi yang Menjaga Ekosistem 

Baca Juga  13 Nagari Salingka Danau Menolak! Proyek PLN PLTS Terapung Singkarak Terancam Gagal

Penggunaan teknologi ramah lingkungan yang menjaga ekosistem air menjadi prioritas, seperti sistem sirkulasi air yang mampu menjaga kadar oksigen dan menghindari dampak negatif pada habitat ikan.

3. Pemberdayaan Ekonomi Nelayan 

Program pemberdayaan melalui dana CSR dapat memberikan pelatihan keterampilan baru, alat tangkap modern, atau peluang usaha alternatif bagi nelayan. Pendekatan ini mendukung tanpa kemiskinan dan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

4. Pengawasan dan Evaluasi Bersama 

Mekanisme monitoring bersama harus melibatkan masyarakat, akademisi, dan pemerintah untuk memastikan keberlanjutan proyek sesuai dengan prinsip SDG’s.

Sebagai insinyur muda kelahiran Sumatera Barat, Ulul Azmi berharap proyek PLTS terapung di Danau Singkarak dapat menjadi contoh pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga peduli terhadap keberlangsungan sosial dan lingkungan. Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat proyek ini dari sisi positifnya.

Baca Juga  Wajib Halal 2024, Kemenag Sumbar Gelar Kampanye di 101 Titik

“PLTS terapung ini adalah bagian dari transisi energi yang sangat penting, tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga untuk Sumatera Barat. Proyek ini dapat menjadi simbol kemajuan daerah kita, membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan ketahanan energi dan tentunya menjaga kelestarian lingkungan jika dilakukan dengan benar. Mari kita dukung proyek ini dengan tetap memberikan masukan yang konstruktif, karena manfaatnya akan dirasakan oleh generasi kita dan generasi mendatang,” ucapnya.