OLAHRAGA

Dipercaya Jadi Head Coach Ricefield Town FC Solok untuk Liga 4, Dian Okta Sebut Persiapan Tim Sudah 90 Persen

0
×

Dipercaya Jadi Head Coach Ricefield Town FC Solok untuk Liga 4, Dian Okta Sebut Persiapan Tim Sudah 90 Persen

Sebarkan artikel ini

“Sudah tahap komunikasi dengan pemain bersangkutan, mudah-mudahan beberapa hari ini fix. Untuk kuota pemain Kelompok Usia juga ada butuh penambahan,” sambungnya.

Harapan Terhadap Liga 4 SumbarLiga 4 zona Asprov PSSI Sumbar direncanakan kick off pada awal Februari. Sesuai surat pemberitahuan panpel kepada klub-klub anggota dan calon anggota, pendaftaran tim peserta 22 – 27 Januari 2025.

Pada tanggal 29 Februari akan digelar Workshop Workshop Regulasi, Laws of the Game 2024/2025, dan SIAP (Sistem Informasi dan Administrasi PSSI). Sedangkan pertemuan koordinasi pertandingan (Match Coordination Meeting) terjadwal pada 2 Februari.

Baca Juga  Match Day 8 Liga 4 Asprov PSSI Sumbar; Lagi, Josal FC Menang Besar

“Saya berharap Liga 4 putaran Asprov PSSI Sumbar tahun ini berjalan lebih kompetitif, meskipun ada indikasi kurangnya peminat atau ketertarikan beberapa tim yang langganan kompetisi. Mudah-mudahan tidak mengurangi arti dari kompetisi itu sendiri,” jelasnya.

“Andainya minim peserta kompetisi, waktu yang tersedia jelang bulan Ramadhan ini, formatnya bisa diakomodir bagaimana caranya lebih kompetitif lah Liga 4 Sumbar ini,” tambah pelatih yang sudah malang melintang di klub nasional, di antaranya PS Tira, Mitra Kukar, Sulut United.

Baca Juga  Bupati Padang Pariaman: Josal FC, Wow Keren!

Ia mengambil contoh Liga 4 Riau, yang diikuti 7 tim mulai kompetisi 1 Februari dengan memakai sistim pertandingan double round robin.

“Apakah itu single round robin kalau waktunya memungkinkan gitu kan, karena di Asprov lain, kayak Riau mulai tanggal 1 apa 2 ya. Itu dengan 7 tim peserta, mereka bisa menggelar dengan format double round robin. Artinya, masing-maaing tim ada 12 pertandingan. Meskipun konsekuensinya jadwal pertandungan bakalan padat. Kami berharap bisa lebih kompetitif,” pungkas Dian Okta. (*)