KABA RANAH

Wali Nagari Kuranji Hulu Ajak Masyarakat Buayan Manfaatkan Digitalisasi untuk Hal Positif

4
×

Wali Nagari Kuranji Hulu Ajak Masyarakat Buayan Manfaatkan Digitalisasi untuk Hal Positif

Sebarkan artikel ini

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID- Wali Nagari Kuranji Hulu, Padang Pariaman, Salman Hardani Dt. Rajo Harimau, diundang sebagai narasumber dalam Pelatihan Digitalisasi (Konten Media Sosial) di Nagari Buayan, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman, pada Selasa (11/02).

Acara ini dihadiri oleh Pj Wali Nagari Buayan, Wali Korong, perangkat nagari, dan sebagian besar masyarakat Nagari Buayan yang mayoritas adalah kaum wanita.

Dalam pelatihan tersebut, Salman Hardani Dt. Rajo Harimau menyampaikan cara cerdas memanfaatkan dunia maya (digital) untuk hal-hal yang positif dan dapat menghasilkan pendapatan, seperti melalui FB Pro, YouTube, dan platform lainnya.

Baca Juga  ‎Warga Korong Sungai Ibur II Nagari Sungai Sariak ‎Gotong Royong di Gedung Serbaguna

“Dengan pesatnya perkembangan dunia digital saat ini, anak-anak muda menjadi pengguna aktif media sosial. Daripada melakukan hal-hal negatif, seperti kenakalan remaja, lebih baik mereka diarahkan untuk hal yang positif dan kreatif, seperti menjadi konten kreator di media sosial,” ujar Salman.

Menurutnya, semua orang kini memiliki ponsel dan aktif di media sosial. Alih-alih membuang-buang kuota internet untuk scroll tanpa manfaat, lebih baik memanfaatkannya dengan memposting konten positif, baik berupa video maupun foto. Di Facebook, misalnya, ada fitur FB Pro yang memungkinkan konten kreator untuk menghasilkan uang (monetisasi), asalkan konsisten.

Baca Juga  Anak Nagari Panampuang Gelar Jalan Santai

“Pelatihan digital seperti ini perlu sering diadakan di tingkat nagari, agar masyarakat semakin cerdas dalam menggunakan internet secara bijak. Pada tahun 2024, Nagari Kuranji Hulu telah menyelenggarakan pelatihan digital sebanyak empat kali untuk masyarakatnya,” tambahnya.

Nagari Kuranji Hulu sendiri meraih penghargaan Desa Cerdas dari Kementerian Desa, sebagai desa yang berhasil memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembangunan nagari.