PADANG

Rekor Sampah di Padang Capai 462 Ton, Ini Strategi Mengatasinya!

0
×

Rekor Sampah di Padang Capai 462 Ton, Ini Strategi Mengatasinya!

Sebarkan artikel ini
TUMPUKAN SAMPAH—Sampah terbawa arus dan menumpuk di Banjir Kanal, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kota Padang, beberapa waktu yang lalu. Tumpukan sampah tersebut berasal dari sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai dan selokan. IRHAM
TUMPUKAN SAMPAH—Sampah terbawa arus dan menumpuk di Banjir Kanal, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kota Padang, beberapa waktu yang lalu. Tumpukan sampah tersebut berasal dari sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai dan selokan. IRHAM

PADANG, HARIANHALUAN.ID– Kota Padang terus mencatatkan rekor sebagai penghasil sampah terbesar di Sumatera Barat dengan sekitar 462 ton sampah rumah tangga yang diproduksi setiap hari. Angka ini jelas menjadi tantangan besar dalam pengelolaan sampah di daerah tersebut.

Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Yozarwardi U-Sama Putra, mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan merupakan masalah besar yang harus dihadapi. Meski demikian, dia yakin bahwa solusi dapat ditemukan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, universitas, dan sektor swasta.

Baca Juga  Satpol PP Padang Patroli Pelajar saat Jam Pulang Sekolah

“Pengelolaan sampah di Kota Padang sangat membutuhkan kolaborasi semua pihak. Kami berharap masyarakat bisa lebih terlibat dalam pengelolaan sampah di rumah tangga mereka,” kata Yozarwardi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah Kota Padang yang diadakan di Wisma Indarung, PT Semen Padang, pada Selasa (11/2).

Diungkapkan lebih lanjut, sampah di Kota Padang terdiri dari berbagai jenis sumber. Sampah rumah tangga mendominasi dengan angka 462 ton per hari, sementara sampah dari pasar mencapai 88-100 ton dan dari pusat perniagaan serta perkantoran masing-masing sekitar 20 ton per hari.

Baca Juga  21 Warga Miskin di Kota Padang Dapat Bantuan Bedah Rumah dari UPZ Baznas Semen Padang

Pemprov Sumbar berkomitmen mendukung berbagai inisiatif yang mendasarkan pada prinsip ekonomi sirkular dan ramah lingkungan.

“Kami mendukung penuh upaya-upaya pengelolaan sampah yang dapat mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA, misalnya melalui program daur ulang, budidaya maggot, dan bank sampah,” lanjut Yozarwardi.

Dalam rakor tersebut, dia menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat dan penyediaan fasilitas yang mendukung pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.