Dari segi bahasa, zuhud artinya memiliki keinginan terhadap sesuatu. Konsep zuhud ini penting dalam Islam karena menggambarkan sikap sederhana serta menjauhkan diri dari keserakahan terhadap materi di dunia.
Dalil tentang Zuhud
Terkait zuhud pernah disebutkan Nabi SAW melalui haditsnya, beliau bersabda:
“Berzuhudlah engkau terhadap dunia, niscaya Allah akan mencintaimu. Dan berzuhudlah engkau terhadap apa-apa yang ada di manusia, niscaya mereka akan mencintaimu.” (HR Ibnu Majah)
Dalam Al-Qur’an, sifat zuhud tercantum dalam surah Al Kahfi ayat 46. Allah SWT berfirman,
ٱلْمَالُ وَٱلْبَنُونَ زِينَةُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱلْبَٰقِيَٰتُ ٱلصَّٰلِحَٰتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
Artinya: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”
Ciri-ciri Orang yang Zuhud
- Tidak senang berlebihan ketika mendapat sesuatu dan tidak sedih berlebihan ketika kehilangan
- Tidak sombong
- Menganggap pujian dan celaan menjadi hal yang sama dan biasa saja
- Hatinya penuh cinta kepada Allah SWT dan tidak terlalu mencintai dunia
- Kekayaan dan dunia tidak memiliki tempat di hatinya karena cinta kepada Sang Khalik
Tingkatan Zuhud
- Zuhud dengan cara meninggalkan perkara haram, ini menjadi zuhudnya orang awam
- Zuhud dari sikap berlebihan dalam perkara halal, inilah zuhud orang tertentu
- Zuhud dengan cara meninggalkan segala sesuatu yang dapat memalingkan diri dari mengingat Allah, inilah zuhud orang-orang yang makrifat Allah SWT
Keutamaan Memiliki Sifat Zuhud
- Dunia tunduk kepada pelaku zuhud
- Pelaku suhud memberikan hikmah
- Dicintai oleh Allah SWT
- Hati pelaku zuhud diterangi oleh Sang Khalik. (*)














