SOLOK SELATAN

Rumah Qur’an Dharmakerta Marga Raksyaka, Suluh Ayat Suci di Tengah Bisingnya Lalu Lintas Jalinsum

1
×

Rumah Qur’an Dharmakerta Marga Raksyaka, Suluh Ayat Suci di Tengah Bisingnya Lalu Lintas Jalinsum

Sebarkan artikel ini

SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.ID — Sore itu, langit memancarkan warna merah. Bangau-bangau kembali ke kubangan, itik-itik pulang petang, dan kelelawar beterbangan melintasi jalan—dari bebukitan menuju pepohonan. Suasana yang telah Allah SWT sediakan dalam nuansa senja yang indah.

Lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh puluhan anak-anak menyuluh petang yang tenang. Suara itu berasal dari sebuah sudut ruangan yang kini telah menjadi musala dan tempat mengaji bagi anak-anak di sekitar Lubuk Batu, Nagari Muaro Bodi, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung.

Musala dan tempat mengaji itu bernama Rumah Qur’an Dharmakerta Marga Raksyaka. Musala ini terletak di ruangan Kantor Induk 3 Sat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sumatera Barat (Sumbar). Sebelumnya, ruangan ini hanyalah sebuah gudang yang dipenuhi tumpukan perabot dan barang-barang yang tidak terpakai.

Baca Juga  BPBD Solok Selatan Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem Dampak Angin Monsun Asia

“Kami bersama kawan-kawan di sini tergugah untuk menyulap gudang ini menjadi musala dan rumah Qur’an bagi anak-anak di sekitar sini. Kami ingin sore hari ditemani oleh aktivitas anak-anak yang mengaji di sini,” kata Kaduk 3 Sat PJR Ditlantas Polda Sumbar, AKP Ade Saputra, kepada Haluan, Senin (24/2/2025).

Ade Saputra berbagi cerita tentang keinginannya mendirikan Rumah Qur’an ini, yang tidak hanya bertujuan memberikan manfaat bagi anak-anak di sekitar kantornya. Mengingat, lokasi Kantor Induk 3 Sat PJR Ditlantas Polda Sumbar yang berada di tepi Jalan Lintas Sumatera, yang selalu dipadati kendaraan dari pagi hingga malam.

Baca Juga  Pemkab Solok Selatan Gandeng 4 Perusahaan Kelapa Sawit untuk Perbaikan Jalan Sungai Kunyit-Talao Sepanjang 12 Km

“Setidaknya ini sangat membantu agar anak-anak tidak berkeliaran dan bermain di padatnya jalanan Lintas Sumatera ini. Secara perlahan, kami membangun tempat mengaji agar mereka memiliki aktivitas yang bermanfaat,” ujarnya.

Dengan kerja swadaya, Ade Saputra bersama kawan-kawannya perlahan mewujudkan keinginannya. Gudang yang terbengkalai dibersihkan, saluran air diperbaiki, karpet salat dibeli, pengeras suara dipasang, dan perlengkapan lainnya disediakan.