“Kami angsur semampu kami. Dalam proses ini, kami mengajak anak-anak untuk mengaji, gratis tanpa biaya apa pun. Di awal, terkumpul 14 anak. Kami juga membantu menyediakan seragam mengaji, Al-Qur’an, dan Iqro secara gratis,” kata mantan Kasat Lantas Polres Solok Selatan (Solsel) tersebut.
Pada bulan September 2024, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema setiap sore. Hanya hari Minggu yang diliburkan. Di sana, mereka belajar mengaji, membaca Iqra, berdoa, serta salat. Terkadang, diadakan lomba kecil sebagai evaluasi atas ilmu yang telah mereka pelajari.
Setelah mengaji, anak-anak sering bermain di halaman kantor PJR yang cukup luas. Suasana yang sebelumnya sepi kini dipenuhi suka cita dan keceriaan anak-anak. Suara mereka terdengar mengisi ruang di antara bisingnya lalu lintas kendaraan di Jalan Lintas Sumatera.
Senja di sekitar kantor PJR kini terasa lebih nikmat. Anak-anak yang mengaji dan bermain di sore hari menambah keindahan alam sekitar. Pemandangan sore dengan bangau-bangau yang kembali ke kubangan, itik pulang petang, kelelawar yang beterbangan, kini ditambah dengan lantunan Al-Qur’an yang keluar dari mulut anak-anak yang akan menjadi pemimpin masa depan bangsa.
“Alhamdulillah, sudah enam bulan Rumah Qur’an Dharmakerta Marga Raksyaka berjalan, dan lebih dari 20 anak-anak yang mengaji di sini. Semua gratis tanpa biaya. Kami juga mensejahterakan guru mengaji kami melalui swadaya kami,” ujar Ade Saputra.
Inovasi yang digagas oleh Induk 3 Sat PJR Ditlantas Polda Sumbar ini membuka ruang manfaat yang nyata, terutama bagi anak-anak yang kelak akan menjadi pemimpin daerah dan bangsa ini. Selagi lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar dari rumah Qur’an ini, berarti masa depan yang baik masih ada.
Menanggapi gerakan yang dilakukan oleh Induk 3 Sat PJR Ditlantas Polda Sumbar, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Nur Setiawan, memberikan apresiasi besar dan dukungan penuh terhadap lahirnya Rumah Qur’an Dharmakerta Marga Raksyaka.





