LIFESTYLE

Ciri-Ciri Stunting Pada Anak

1
×

Ciri-Ciri Stunting Pada Anak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

HARIANHALUAN.ID – Stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan kronis pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi psikososial. Berikut adalah ciri-ciri stunting pada anak:

  1. Tinggi Badan di Bawah Standar:
    • Anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya (di bawah -2 standar deviasi berdasarkan kurva pertumbuhan WHO).
  2. Perkembangan Fisik yang Lambat:
    • Pertumbuhan tulang dan otot terhambat, sehingga tubuh terlihat lebih kecil dan kurus.
  3. Wajah Terlihat Lebih Muda:
    • Wajah anak terlihat lebih muda atau seperti anak yang lebih kecil dari usianya.
  4. Perkembangan Kognitif Terhambat:
    • Anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan kognitif, seperti kesulitan belajar, konsentrasi rendah, dan daya ingat yang kurang baik.
  5. Keterlambatan Pubertas:
    • Pada anak yang lebih besar, pubertas mungkin datang lebih lambat dibandingkan teman sebayanya.
  6. Sistem Kekebalan Tubuh Lemah:
    • Anak lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit karena sistem kekebalan tubuh yang tidak optimal.
  7. Gangguan Metabolik:
    • Risiko lebih tinggi mengalami obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular di kemudian hari.
  8. Performa Akademik yang Rendah:
    • Anak mungkin mengalami kesulitan dalam mencapai prestasi akademik karena keterbatasan perkembangan kognitif.
  9. Proporsi Tubuh Tidak Seimbang:
    • Kepala mungkin terlihat lebih besar dibandingkan tubuhnya, atau tubuh terlihat tidak proporsional.
  10. Gangguan Perkembangan Motorik:
    • Keterlambatan dalam kemampuan motorik kasar dan halus, seperti berjalan, berlari, atau memegang benda.
Baca Juga  Sambut Naru 2023/2024, Telkomsel Siaga Optimalkan 233 Ribu BTS, Puluhan Program Promo dan Layanan Pelanggan Terdepan

Faktor Risiko Stunting:

  • Kurangnya asupan gizi selama kehamilan dan masa kanak-kanak.
  • Infeksi berulang seperti diare dan cacingan.
  • Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi yang baik.
  • Kurangnya stimulasi psikososial dan pendidikan.

Pencegahan dan Penanganan:

  • Memastikan asupan gizi yang cukup selama kehamilan dan masa kanak-kanak.
  • Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi.
  • Menjaga kebersihan lingkungan dan akses ke air bersih.
  • Memberikan stimulasi psikososial dan pendidikan yang memadai.
Baca Juga  Mudik Bersama Si Kecil? Ini Tipsnya!

Jika Anda mencurigai anak mengalami stunting, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk penanganan yang tepat.(*)