UTAMA

Masa Sulit Koperasi di Sumbar, Manajemen Lemah dan Regulasi Kurang Mendukung

5
×

Masa Sulit Koperasi di Sumbar, Manajemen Lemah dan Regulasi Kurang Mendukung

Sebarkan artikel ini
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andalas (Unand), Fery Andrianus

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Koperasi, sebagai salah satu pilar utama ekonomi kerakyatan di Sumatera Barat (Sumbar), menghadapi tantangan besar. Ratusan koperasi di daerah ini mengalami mati suri, bahkan banyak yang akhirnya gulung tikar. Penyebab utama kondisi ini adalah tidak adanya unit bisnis yang jelas dalam koperasi-koperasi tersebut.

Akademisi sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andalas (Unand), Fery Andrianus, mengungkapkan bahwa koperasi yang sehat seharusnya memiliki unit usaha yang aktif dan berjalan dengan baik. Sayangnya, banyak koperasi di Sumbar hanya berfungsi sebagai wadah untuk mengumpulkan iuran bulanan tanpa adanya aktivitas ekonomi konkret.

Baca Juga  Siswa SMAN 15 Padang Dapat Pelatihan Kebencanaan

“Koperasi seharusnya memiliki unit usaha yang aktif, bukan sekadar kumpulan orang yang mengumpulkan iuran bulanan. Jika hanya bergantung pada iuran, sulit menyebutnya sebagai koperasi. Misalnya, koperasi dari persatuan peternak akan lebih berkembang karena dijalankan oleh kelompok, bukan individu,” ujar Fery kepada Haluan kemarin di Padang.

Ia menekankan bahwa konsep koperasi yang ideal bukan sekadar menghimpun dana dari anggota, tetapi harus memiliki usaha yang menghasilkan keuntungan. Model koperasi yang hanya mengandalkan pinjaman dari bank dan menyalurkannya kepada anggota dengan mengambil fee dinilai sebagai konsep yang lemah dan tidak berkelanjutan.

Baca Juga  Kogantera Catatkan SHU Ratusan Juta

“Banyak koperasi yang hanya mengandalkan sistem pinjaman tanpa memiliki unit usaha yang kuat. Akibatnya, koperasi tersebut kesulitan bertahan dan akhirnya mati suri. Koperasi harus berbasis usaha nyata. Contohnya, Unand yang saat ini mengelola bisnis kafe di Jati dan Limau Manis. Keuntungan dari bisnis ini bisa digunakan untuk mengembangkan usaha lain atau menjalin kemitraan,” tambahnya.

Selain minimnya unit usaha, lemahnya manajemen menjadi faktor utama yang menyebabkan koperasi sulit berkembang. Banyak koperasi yang dikelola tanpa standar manajemen profesional, sehingga operasionalnya tidak optimal.