HARIANHALUAN.ID– Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, menyoroti dampak kenaikan tarif AS terhadap sektor industri di Indonesia. Menurutnya, langkah reformasi kebijakan yang adaptif dan berpihak pada industri perlu diperkuat agar daya saing produk Indonesia tetap terjaga.
“Kenaikan tarif AS ini akan berdampak pada struktur biaya produksi dan daya saing industri dalam negeri,” ujar Shinta dalam pernyataannya, Kamis (3/4).
Ia menambahkan bahwa sektor-sektor seperti tekstil, alas kaki, furnitur, elektronik, batubara, olahan nikel, dan agribisnis merupakan yang paling terdampak oleh kebijakan ini.
Oleh karena itu, pemerintah harus segera mengambil langkah konkret untuk membantu industri nasional. Salah satu langkah yang disarankan adalah revitalisasi industri padat karya agar lebih kompetitif di pasar global.
Selain itu, pemerintah juga perlu melakukan deregulasi untuk mempermudah akses ekspor bagi pelaku usaha.
“Reformasi kebijakan harus diarahkan untuk memastikan produk Indonesia tetap kompetitif secara global, terutama dalam menghadapi hambatan perdagangan seperti ini,” tambahnya. (*)














