PENDIDIKAN

Aktivis Pendidikan dan Guru Minta Kebijakan Kembalinya Penjurusan di SMA Dibatalkan

0
×

Aktivis Pendidikan dan Guru Minta Kebijakan Kembalinya Penjurusan di SMA Dibatalkan

Sebarkan artikel ini
Bukik Setiawan, Ketua Guru Belajar Foundation

Di bawah naungan Yayasan Salib Suci (YSS), keduanya membuktikan bahwa sistem tanpa jurusan sangat menyiapkan murid untuk lanjut ke perguruan tinggi dan dunia professional kelak. Mereka berharap kebijakan kembalinya sistem penjurusan dibatalkan.

“Anak-anak yang masuk ke kelas yang mereka minati, mereka memilih karena kesadaran sesuai rencana studi mereka. Meskipun tidak semua anak cemerlang di mapel tersebut tapi punya kemauan untuk belajar,” ungkap Tari, sapaan akrab Hastari.

Dia menjelaskan, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyiapkan murid agar dapat memilih mata pelajaran yang tepat. Salah satunya mengajak murid memahami regulasi yang ada.

Baca Juga  Buka KSM 2022, Kakan Kemenag Edy Oktafiandi Motivasi Siswa Madrasah Kota Padang Tembus Tingkat Nasional

Tari menjelaskan, setiap murid di sekolahnya pasti paham soal Peraturan Menteri Nomor 345/M/2022 mengenai Mata Pelajaran Pendukung Program Studi dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi. Dalam peraturan tersebut, tercantum lengkap mata pelajaran pendukung yang perlu diambil murid sesuai dengan program studi yang ingin diambil di tingkat perguruan tinggi.

“Ketentuan itu hanya untuk yang daftar PTN non test. Tapi saya mengajak murid, baik yang mau masuk PTN jalur test, swasta, atau luar negeri, semua harus paham. Dari situ murid jadi paham kompetensi dasar apa yang perlu mereka miliki,” terangnya.

Baca Juga  Lima Fakta Menarik Ki Hajar Dewantara

“Jadi kami menjamin, nggak ada anak kami yang nggak belajar biologi dan atau kimia lalu mendaftar Fakultas Kedokteran,” lanjutnya.