NASIONAL

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana Tanggal 28 April 2025

1
×

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana Tanggal 28 April 2025

Sebarkan artikel ini
Tanah longsor yang melanda Desa Taman Firdaus, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh (27/4) sumber foto BPBD Kabupaten Bener Meriah

Berdasarkan data sementara, sekitar 71 Kepala Keluarga terdampak akibat kejadian ini, dengan total kerusakan sebanyak 71 rumah mengalami rusak berat. Hingga saat ini, pendataan lebih lanjut masih terus dilakukan di lapangan.

Sebagai upaya penanganan darurat, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tulang Bawang bersama dinas terkait, Dinas Sosial, TNI/POLRI, Camat, Aparatur Tiyuh, serta masyarakat setempat segera melakukan pengecekan ke lokasi dan bergotong royong membersihkan area yang terdampak. Seluruh elemen bahu membahu untuk mempercepat proses pemulihan kondisi warga.

Baca Juga  Peringatan 50 Tahun Kemerdekaan Mozambik, Menteri Nusron Harap Kerja Sama dengan Indonesia Terus Diperkuat

Kondisi mutakhir saat ini, penanganan darurat terus dilakukan di lapangan, dengan fokus utama pada pembersihan lokasi, pendataan kerusakan, dan upaya pemulihan fasilitas warga.

Sementara itu, bencana hidrometeorologi juga melanda wilayah Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Pati. Pada Minggu (27/4) pukul 02.00 WIB, telah terjadi banjir di wilayah tersebut. Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan jebolnya tanggul di beberapa titik, sehingga air menggenangi pemukiman warga di tiga desa di Kecamatan Tambakromo, yaitu Desa Angkatan Lor, Desa Angkatan Kidul, dan Desa Sinomwidodo.

Baca Juga  Gubernur Sumbar Instruksikan Percepatan Pendataan Bencana

Akibat kejadian tersebut, sekitar 60 Kepala Keluarga terdampak, dengan jumlah rumah yang terdampak banjir mencapai sekitar 60 unit. Proses pendataan kerugian dan dampak lainnya masih terus dilakukan di lapangan.

Sebagai respon cepat, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pati bersama dinas terkait, Dinas Sosial, TNI/POLRI, Camat, dan aparatur desa setempat, bersama masyarakat, langsung bergerak melakukan pengecekan dan gotong royong untuk membersihkan lokasi terdampak banjir, serta membantu warga terdampak.