PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID–Salah satu kuliner terkenal di Korong Pasa Dama Nagari Parit Malintang Padang Pariaman adalah usaha Dendeng Rabu Ajo Ali keluarga milik ibu Ratna karena rasanya yang khas, gurih dan enak.
Dendeng rabu atau masyarakat setempat menyebutnya dengan paru koroh-koroh merupakan cemilan sekaligus lauk untuk menemani makanan yang terbuat dari bahan baku utama dari rabu sapi.
Tenggorokan sapi yang diolah dengan cara direbus lalu diiris tipis-tipis dan diberikan bumbu rempah-rempah dan digoreng.
Ratna, pengusaha dendeng rabu di Korong Pasa Dama mengatakan bahwa memperoleh bahan baku untuk dendeng tidak terlalu sulit tetapi harus hati-hati saat mengiris paru agar tidak terjadi kecelakaan kerja.
Ratna sendiri mengambil bahan baku dendengnya di pasar daging Padang panjang karena disana salah satu pusat jual beli daging yang lengkap untuk usahanya.
Bahan baku rempah-rempah yang digunakan adalah laos, bawang putih, dan lengkuas juga bahan pokok pilihan yang terbaik
Paru yang sudah direbus lalu digoreng dalam minyak panas hingga mengembang dan renyah. Kemudian dikemas dalam plastik kedap udara agar tetap renyah dan tahan lama sebelum didistribusikan ke pasar.
Meskipun memiliki banyak peluang, usaha dendeng rabu juga menghadapi beberapa tantangan, antara lain, fluktuasi harga bahan baku yang selalu naik turun.
Usaha dendeng Rabu merupakan usaha keluarga yang dirintis sejak tahun 2000 dan berkembang sampai saat ini.
Pembuatan setiap harinya mencapai 20 kg sementara harga dendeng rabu yang dijual menggunakan satuan plastik ukuran 1/4 dibandrol dengan harga 10.000 dan omset penjualan setiap bulannya mencapai Rp5 juta.
Buk Ratna memiliki karyawan tiga orang dengan jam kerja 08:30-15:30 yang membantu Ratna untuk memasarkan usahanya hingga tersebar luas dari rumah makan sederhana sampai ke berbagai jenis rumah makan. (*)





