Kepala DPK, Yan Kas Bari turut mengapresiasi kolaborasi ini. Dia menyebutkan, banyak mahasiswa dan peneliti menghadapi tantangan dalam mengolah serta menganalisis data.
“Kehadiran layanan konsultasi statistik menjadi solusi untuk membantu mereka memahami metode yang tepat, menginterpretasikan data secara akurat, dan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas,” tuturnya.
Dirinya berharap kolaborasi ini terus berkembang ke depan dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.
“Masyarakat harus menjadi pengguna data yang cerdas. Bukan hanya mengonsumsi, tapi juga mampu memahami, mengkritisi, dan mengolah data untuk kemajuan dirinya dan lingkungan,” ujarnya.
Akademisi dari Universitas Sumatera Barat (Unisbar), Dr. Novi Hendri, S.E, M.Si Datuak Bagindo Saidi yang turut hadir sebagai tamu undangan juga memberikan pandangannya. Dia menekankan pentingnya kehadiran BPS sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah.
“Sejak saya di DPRD pada 2004, saya selalu berkomunikasi dengan BPS. Pemerintah sangat membutuhkan data dari BPS sebagai dasar check and balance dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan,” ungkapnya.
Menurutnya, Pojok Statistik ini adalah kesempatan emas bagi masyarakat dan Pemko Padang Panjang untuk memanfaatkan layanan BPS secara maksimal.
“Tanpa data yang baik dan benar, seberapa hebat pun perencanaan kita, semua tidak akan berjalan efektif. Data adalah fondasi dari kebijakan yang berdampak,” pungkasnya. (*)






