EkBis

Semen Padang Buktikan Efektivitas Maggot untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ikan Nila

1
×

Semen Padang Buktikan Efektivitas Maggot untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ikan Nila

Sebarkan artikel ini
PT Semen Padang mencatat hasil menggembirakan dari uji coba pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan alternatif ikan nila. IST

Program ini melibatkan Dr. Resti Rahayu, akademisi dari Departemen Biologi FMIPA Universitas Andalas, sebagai pendamping teknis. Maggot yang digunakan berasal dari Rumah Sentra Budidaya Maggot BSF binaan PT Semen Padang, yang sebelumnya merupakan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS3R) di Kelurahan Rawang.

Menurut Ilham, inti dari program ini adalah mengolah limbah dapur menjadi pakan bernilai ekonomis. “Jika maggot dapat dibudidayakan secara mandiri, maka biaya produksi pakan bisa ditekan jauh lebih rendah,” ujarnya.

Dr. Resti menjelaskan bahwa uji coba berlangsung selama 45 hari menggunakan 12 kolam berukuran 1×1 meter, masing-masing berisi 20 ekor ikan nila dengan bobot awal 100–125 gram. Empat jenis pakan diuji: 100% pakan komersial, 100% pakan Gerpari (campuran tepung roti, susu kedaluwarsa, ampas tahu, pelet), 100% pelet Pelkito SP (pakan olahan maggot), dan kombinasi 50% pakan komersial dengan 50% maggot segar.

Baca Juga  Rupiah Rabu Sore Ditutup Menguat 91 poin ke level Rp16.680/dolar AS

“Pertumbuhan tertinggi masih dicapai oleh pakan komersial dengan kenaikan 30 persen. Namun, kombinasi maggot dan pakan komersial mencatat pertumbuhan 23–27 persen, dengan efisiensi biaya yang jauh lebih baik,” ungkapnya. Ia menambahkan, harga pakan komersial mencapai Rp12.000/kg, sedangkan maggot hanya Rp4.000–6.000/kg. Jika dibudidayakan sendiri, biayanya bisa jauh lebih murah.

“Manfaat lainnya adalah pengurangan sampah organik ke TPA dan penurunan emisi gas rumah kaca,” tambahnya. Dosen yang dikenal sebagai “Ayu Maggot” ini menilai budidaya maggot memiliki dampak lingkungan dan ekonomi yang luas.

Baca Juga  Telkomsel Resmi Dinakhodai Nugroho, Perusahaan Optimis Tingkatkan Kinerja di Tahun 2024

Ketua Pokdakan Lubuk Tampurung Indah, Mikirizal, menyambut baik hasil ini. “Biaya pakan selama ini menjadi hambatan utama dalam budidaya ikan. Jika maggot dapat dikembangkan lebih luas, tentu akan sangat membantu kami,” ujarnya.

Program ini juga mendukung visi Pemerintah Kota Padang dalam pengurangan sampah organik dan selaras dengan program darurat sampah. Selain itu, inisiatif ini turut mengimplementasikan poin Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. (h/dan)