SUMBAR

Rindu di Ujung Shift: Ketulusan Karyawan PT Semen Padang Bertugas di Hari Lebaran

1
×

Rindu di Ujung Shift: Ketulusan Karyawan PT Semen Padang Bertugas di Hari Lebaran

Sebarkan artikel ini
Di sudut pabrik dan lingkungan perkantoran PT Semen Padang, dua karyawan, Rezi Malano Adam dan Fernanda Eka Putra, tetap menjalankan tugasnya. IST

PADANG, HARIANHALUAN.ID—Saat gema takbir menggema di seluruh penjuru negeri dan rumah-rumah dipenuhi haru serta kebahagiaan, tidak semua orang merayakan Lebaran di tengah keluarga. Di sudut pabrik dan lingkungan perkantoran PT Semen Padang, dua karyawan, Rezi Malano Adam dan Fernanda Eka Putra, tetap menjalankan tugasnya. Bukan karena tak ingin pulang, tetapi karena mereka memahami bahwa tanggung jawab tak mengenal hari libur.

Rezi, operator di Unit Produksi Terak 2, duduk di ruang kendali pabrik menatap layar monitor. Di luar, anak-anak mungkin tengah bermain menyambut tamu, sementara para ibu sibuk menyiapkan rendang dan ketupat. Namun Rezi justru memastikan suhu dan tekanan mesin produksi tetap stabil.

Baca Juga  Dari Padang hingga Agam, PT Semen Padang All Out Bantu Penanganan Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar

“Rindu itu pasti ada, apalagi saat tahu keluarga besar berkumpul di kampung. Tapi ini sudah jadi bagian dari tugas kami. Pabrik tidak bisa berhenti, meski hanya sehari,” ujarnya dengan senyum tipis.

Baginya, bekerja saat Lebaran bukan beban, melainkan bentuk kontribusi nyata kepada perusahaan dan masyarakat. “Semen yang kami produksi ini bukan sekadar barang. Ia akan menjadi pondasi rumah, jembatan, sekolah, bahkan masjid tempat orang-orang berdoa. Ada rasa bangga di situ,” katanya dengan tatapan jauh.

Baca Juga  Komunitas EBT Sumbar Siap Songsong Era Energi Bersih Berkelanjutan

Tak jauh dari sana, Fernanda — akrab disapa Nanda — bersiaga di Unit Pemadam Kebakaran perusahaan. Di saat keluarga lain merayakan hari kemenangan, Nanda berjaga memastikan seluruh instalasi dan aset perusahaan aman dari risiko kebakaran.

“Bagi kami di pemadam, bertugas saat hari besar bukan hal baru. Kami tidak menunggu kebakaran terjadi. Tugas kami adalah mencegah, dan itu harus dilakukan setiap saat — termasuk saat orang lain bersilaturahmi,” ungkapnya, tegas namun bersahaja.