PENDIDIKAN

Raih Juara 1 dan 3, Tim Robotik PNP Siap Berkompetisi di Kontes Robot Nasional ITS 2022

0
×

Raih Juara 1 dan 3, Tim Robotik PNP Siap Berkompetisi di Kontes Robot Nasional ITS 2022

Sebarkan artikel ini

Tim Robot PNP berharap bisa mengikuti KRI Tingkat Nasional yang diikuti oleh sejumlah tim terbaik pada KRI Tingkat Wilayah yang diselenggarakan secara luring. Kompetisi tahunan rancang bangun dan rekayasa robotika yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ini merupakan penyelenggaraan ke-20. Kompetisi ini digelar perdana pada 2003 di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Prodi Sarjana Terapan Kecerdasan Buatan dan Robotik

Sebelum mahasiswa PNP mengikuti kontes tahunan ini, di kalangan dosen terlibat diskusi hangat tentang kemungkinan pendirian S-2 Terapan Kecerdasan Buatan & Robotik.

Baca Juga  Tahun Ini, BKMT Agam Bakal Gelar Dakwah Wisata dan Jambore

Dari Jurusan Teknik Mesin, Rivanol Chadry, S.T., M.T. mengusulkan bagaimana robot robot yang dibuat bisa diangkat menjadi Tugas Akhir mahasiswa sehingga bisa dikerjakan oleh mahasiswa tingkat 2 dan dijadikan proyek akhir. Di samping itu, robot yang dibuat pun lebih bagus dan handal karena rentang waktu pembuatan lebih panjang.

Ir. Hanriyawan Adnan Mooduto, M.Kom. mengusulkan, agar lebih fokus, ada baiknya Politeknik Negeri Padang membuka Prodi Sarjana Terapan Kecerdasan Buatan dan Robotik.

Jika Jurusan Elektronika yang membuat robotik pasti bermasalah dengan mekanikanya, jika Teknik Mesin yang membuatnya, pasti bermasalah pada elektronikanya. Untuk itu biar mantul, robotiknya dan autonomous ada di keilmuan Bidang Kecerdasan Buatan dan Robotik, rincinya.

Baca Juga  Cegah Kekerasan di Kalangan Pelajar, Dinas Pendidikan Sumbar Bentuk Satgas PPK Tingkat SMA/SMK

Adriansyah, S.T., M.T. menyetujui untuk membuat proyek robotik untuk tugas akhir mahasiswa dan selanjutnya dibagi per modul sesuai bidang yang digarap mahasiswa dalam proyek tersebut.

Menurutnya, bimbingan dan arahan bisa maksimal dari berbagai disiplin ilmu. Jadi mahasiswa tidak membuat robot jika ada perlombaan saja. Ia juga setuju untuk mengumpulkan dosen-dosen yang ahli di bidang robotik untuk meminta ide-ide mereka untuk pembuatan proyek robotik berikutnya. “Bagusnya kombinasi 4 prodi, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknologi Informasi, dan Manajemen Informatika”, katanya mantap. (*)