JAKARTA, HARIANHALUAN.ID- Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengklaim militernya telah membunuh Mohammed Sinwar. Sinwar diduga merupakan pemimpin Hamas di Gaza dan saudara dari mantan pemimpin yang terbunuh Yahya Sinwar.
Dirangkum pada Senin (9/6/2025), Netanyahu mengatakan pasukan Israel telah “melenyapkan” Mohammed Sinwar dalam sidang pleno parlemen pada 28 Mei lalu. Dilansir dari AFP, Media Israel telah melaporkan bahwa Sinwar menjadi sasaran serangan udara Israel di Gaza selatan awal bulan Juni.
Israel berdalih sempat menggempur sebuah rumah sakit (RS) di wilayah Jalur Gaza bagian selatan pada Selasa (14/5) malam juga untuk menargetkan pemimpin Hamas Mohammed Sinwar. Tel Aviv berdalih serangannya itu menargetkan pusat komando dan kendali Hamas yang ada di kompleks RS itu.
Hamas sejauh ini belum mengomentari laporan kematian Mohammed Sinwar atau pun Shabana.
Mohammed Sinwar menjadi pemimpin de-facto kelompok Hamas setelah militer Israel membunuh saudaranya, Yahya Sinwar, dalam serangan di Jalur Gaza pada Oktober 2024. Israel menuduh Yahya Sinwar sebagai dalang serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel yang memicu perang di Gaza.
Para ahli mengatakan kemungkinan besar Mohammed Sinwar mengambil alih jabatan kepala sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, setelah pemimpinnya Mohammed Deif juga tewas.
Setelah kematian beberapa pemimpin Hamas sejak 7 Oktober, Mohammed Sinwar dianggap sebagai tokoh utama dalam keputusan negosiasi tidak langsung dengan Israel, masalah sandera, dan pengelolaan sayap bersenjata Hamas.
Militer Israel mengaku telah menemukan dan mengidentifikasi jenazah Mohammed Sinwar pada 3 pekan setelah diklaim tewas dalam sebuah serangan udara.
Juru bicara Angkatan Darat Israel Brigadir Jenderal Effie Defrin mengatakan kepada wartawan yang dikawal oleh pasukan Israel ke lokasi pada Minggu (8/6), bahwa jasad Sinwar ditemukan di bawah rumah sakit, tepat di bawah ruang gawat darurat, sebuah kompleks, beberapa kamar.
Ia menambahkan bahwa mereka telah mengonfirmasi dengan pemeriksaan DNA dan pemeriksaan lainnya bahwa jasad itu memang milik Mohammed Sinwar. (*)





