Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
NASIONAL

Pemerintah Pusat dan Daerah Siapkan Sejumlah Opsi Atasi Banjir di Minahasa

1
×

Pemerintah Pusat dan Daerah Siapkan Sejumlah Opsi Atasi Banjir di Minahasa

Sebarkan artikel ini
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M memimpin rapat koordinasi penanganan darurat banjir di Kabupaten Minahasa, di Kantor Bupati Minahasa, Kamis (12/6) sore waktu setempat. IST

MINAHASA, HARIANHALUAN.ID – Pemerintah pusat mendorong sejumlah upaya guna menanggulangi bencana banjir yang melanda Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Opsi tersebut salah satunya adalah dengan merelokasi dan merehabilitasi rumah yang rusak berat dalam bentuk pembangunan rumah panggung.

Hal tersebut mengemuka pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Banjir di Kabupaten Minahasa, yang dipimpin langsung oleh Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M, pada Kamis (12/6) sore waktu setempat.

Kepala BNPB mengapresiasi inisiatif yang diambil oleh pemerintah daerah dalam fase tanggap darurat banjir atau jangka pendek ini, terutama upaya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Baca Juga  1.540 Debitur Terdampak Banjir Bandang, Bank Nagari Siapkan Skema Keringanan

“Sejauh ini bagus TNI-Polri juga menggelar dapur umumnya jadi terlayani semua. Alhamdulillah walaupun hampir dua bulan banjir tapi tidak ada korban jiwa, kami ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat harus terpenuhi seperti makan, minum, air bersih, dan MCK (Mandi, Cuci, Kakus), maka dari itu BNPB akan memberikan bantuan tambahan untuk masyarakat,” ujar Suharyanto.

Pada rapat yang digelar di Kantor Bupati Minahasa tersebut, Kepala BNPB membeberkan upaya apa saja yang dilakukan. Selain jangka pendek, dipaparkan pula upaya dalam jangka menengah jangka panjangnya.

Baca Juga  Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Tanggal 22 Oktober 2025

Pada fase jangka menengah, Suharyanto mengatakan, pemerintah merekomendasikan tiga opsi bagi warga terdampak banjir tersebut yakni relokasi terpusat, relokasi mandiri, hingga renovasi rumah yang sebelumnya rumah tapak menjadi rumah panggung guna mengantisipasi banjir kembali terjadi.

Kendati demikian, pemerintah belum bisa memutuskan opsi mana yang akan dipilih. Sebab, hal tersebut bergantung pada keputusan masyarakat terdampak dalam memilih.