“Opsi ini yang kita berikan kepada masyarakat dan perlu didalami dulu oleh pemerintah daerah dengan berdialog bersama masyarakat maunya opsi yang mana sehingga seandainya kejadian ini berulang lagi di tahun 2026 masyarakat sudah dalam posisi aman misal karena rumah sudah ditinggikan, sama seperti di Kota Bekasi beberapa waktu lalu,” terangnya.
Sementara itu, untuk jangka panjangnya, Suharyanto menerangkan bahwa sudah ada rencana revitalisasi danau oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I dan PLN serta pengelolaan sampah oleh pemerintah kabupaten. “Sekarang dari jangka pendek, menengah, dan panjangnya bersatu padu dan terlaksana dengan baik insyaAllah banjir di Minahasa ini bisa segera diatasi,” harap Suharyanto.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BNPB juga secara simbolis menyerahkan bantuan logistik dan peralatan kepada BPBD Sulawesi Utara dan BPBD Kabupaten Minahasa, yakni berupa perahu karet dan mesin sebanyak lima unit, selimut 200 lembar, matras 200 lembar, paket sembako 300 paket, susu bayi 100 paket, perahu katamaran dua unit, dan truk serbaguna satu unit.
Sebelumnya, BNPB juga telah memberikan bantuan awal berupa selimut 200 lembar, matras 200 lembar, paket sembako 200 paket, tenda keluarga 20 unit, tenda pengungsi dua unit, dan toilet portable dua unit.
“Untuk saat ini tanggap darurat, kita upayakan kebutuhan masyarakat terdampak harus terpenuhi, itu harus kemudian jangka menengahnya sudah jelas, rumahnya mau diapakan nih mau ditinggal atau mau dijadikan panggung silakan di data,” kata Suharyanto.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Bupati Minahasa, Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, serta unsur forkompimda Kabupaten Minahasa.





