NASIONAL

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Per 13 Juni 2025

0
×

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Per 13 Juni 2025

Sebarkan artikel ini

Teks foto : Kondisi banjir yang terjadi di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (12/6). Tercatat 152 jiwa terdampak dan 55 unit rumah tergenang banjir. Sumber foto : BPBD Kabupaten Sinjai

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Memasuki pekan kedua pada bulan Juni, Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat beberapa kejadian bencana yang terjadi hingga Jumat (13/6) pukul 07.00 WIB. Kejadian bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi, laporan pertama yang dirangkum adalah peristiwa Banjir di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Kamis (12/6).

Peristiwa yang terjadi pukul 08.00 WIB ini terjadi setelah hujan deras mengguyur hingga berdampak hingga ke rumah warga. Wilayah terdampak Kecamatan Tellulimpoe, Sinjai Utara dan Sinjai Timur. Tercatat 152 jiwa terdampak dan 55 unit rumah tergenang banjir. Selain itu, banjir juga merendam 9 hektar sawah, 3 fasilitas pendidikan, 7 unit perkantoran dan 18 akses jalan. Berdasarkan pantauan visual terkini, banjir sudah surut. Pascakejadian BPBD segera melakukan distribusi logistik juga telah dilakukan bagi warga terdampak.

Baca Juga  Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana Tanggal 26 Maret 2025

Selain banjir, tanah longsor dilaporkan terjadi di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Peristiwa ini terjadi pada Senin (9/12) pukul 11.00 WITA. Hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu peristiwa yang terjadi di Desa Pebassian Kecamatan Mamasa. Dilaporkan 6 unit rumah warga dan 2 petak sawah rusak akibat terkena material longsor.

Terdapat 6 KK terpaksa mengungsi akibat peristiwa ini. Selain rumah, longsor juga berdampak pada aliran sungai yang tertutup material longsor. Tim reaksi cepat BPBD bersama aparat daerah segera melakukan penanganan darurat dilokasi kejadian. Posko penanganan darurat juga didirikan untuk para warga terdampak dan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.

Angin kencang juga dilaporkan melanda wilayah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, Rabu (11/6). Dua kecamatan terdampak diantaranya Kecamatan Julok dan Kecamatan Simpang Ulim. Angin kencang mengakibatkan 19 unit rumah warga terdampak dan pohon tumbang. Tim gabungan kini tengah melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing dan material yang terbawa saat peristiwa ini terjadi.

Baca Juga  Banjir Kota Bandar Lampung, BPBD Kerahkan Mobil Dapur Umum Pastikan Kebutuhan Pangan Warga Terpenuhi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap menjaga kesiapsiagaan terhadap potensi risiko bencana hidrometeorologi. Apabila terjadi perubahan cuaca secara signifikan, diharap kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat dapat mengantisipasi dan melakukan mitigasi serta meningkatkan kesiapsiagaan. Jika terjadi hujan lebat hingga jarak pandang berkurang dari 100 meter dalam durasi satu jam lebih, diharap agar masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman, khususnya bagi yang tinggal di daerah lereng tebing maupun bantaran sungai. (*)