PADANG, HARIANHALUAN.ID – Ratusan peternak kambing dari berbagai penjuru tanah air akan ikut ambil bagian dalam gelaran Kontes Ternak Kambing yang diselenggarakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Sumatra Barat Sabtu, (28/6/2025) mendatang.
Bekerjasama dengan HPDKI (Himpunan Peternak Domba-Kambing Indonesia), kontes yang akan diikuti peternak dari Sumatra Barat, Riau, Jambi dan sekitarnya ini, akan berlangsung di kampus 2 Universitas Andalas jalan Raya Kubu Gadang, Kota Payakumbuh.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatra Barat, Sukarli mengungkapkan, penyelenggaraan kegiatan ini merupakan upaya Pemprov Sumbar untuk meningkatkan kualitas serta semangat peternak kambing di tanah air. Khususnya Sumatera Barat,
“Kontes ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, tapi juga menjadi ruang edukasi dan apresiasi bagi para peternak lokal. Total doorprize senilai Rp 37.5 juta serta trofi dan sertifikat penghargaan bagi para pemenang,” ujarnya kepada Haluan Rabu (18/6/2025).
Kontes ini dibagi kedalam beberapa kategori kelas, mulai dari Kelas A Poel hingga Kelas Betina Perah. Penilaian akan didasarkan pada usia, tinggi badan ternak (TB), kondisi fisik, hingga bobot dan jumlah pasang gigi.
Tak hanya itu, tersedia juga kategori Kelas Ekstrim yang dapat diikuti seluruh jenis kambing jantan maupun betina dengan bobot jumbo serta postur tubuh terbaik.
“Lewat kontes ini kita ingin menstimulan para peternak kambing yang ada di Sumatra Barat. Karena terus terang sampai hari ini, jumlah peternak kambing kita masih sangat kurang,” ucapnya.
Menurut Sukarli, permintaan pasokan daging kambing harian dari pelaku usaha rumah makan ataupun akikah di Sumatra Barat sebenarnya sangatlah tinggi.
Namun demikian, ketersediaan stok yang ada masih belum mampu memenuhi kebutuhan lokal sehingga masih harus bergantung kepada pasokan daging kambing yang berasal dari Provinsi tetangga.
“Melalui penyelenggaraan kontes ini kita berharap asosiasi peternak kambing dan domba Sumbar semakin bergairah. Sekaligus untuk menggerakkan sektor peternakan Sumbar yang harus dilakukan secara kolaboratif oleh pentahelix. Baik pemerintah daerah, asosiasi peternak, pasar dan lain sebagainya,” pungkasnya. (*).





