SOLOK SELATAN, HARIAN HALUAN.ID – Warga Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan digemparkan dengan penemuan dua jasad perempuan pada Jumat (20/6) pagi.
Kedua korban yang merupakan pekerja harian di perusahaan perkebunan PT BPSJ SS I Madiak ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di bawah pohon sawit di kawasan Blok Afdeling N6 Divisi IV perusahaan tersebut.
Kedua korban diketahui bernama Indrawati Loi (40 tahun) dan Rohani Bulolo (41 tahun). Keduanya berasal dari Desa Tambusai Utara, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau dan bekerja sebagai buruh harian lepas di PT BPSJ SS I Madiak.
Penemuan jasad pertama kali dilaporkan oleh salah seorang pekerja, Syahrial (38 tahun), warga Jorong Pasar Baru, Nagari Abai. Ia menemukan tubuh korban tergeletak tak bernyawa di bawah pohon sawit sekitar pukul 09.00 WIB saat sedang melakukan aktivitas di area kebun.
Syahrial bersama saksi lainnya, yaitu Edo (28 tahun) warga Jorong Aur Duri, Suwardi (45 tahun), dan Yuspardi (45 tahun). Keduanya berasal dari Nagari Bidar Alam, atas temuan itu mereka segera melaporkan temuan tersebut ke pusat pengendali (central) PT BPSJ SS I Madiak untuk meminta bantuan evakuasi.
Tak berselang lama, sekitar pukul 10.00 WIB, informasi tersebut sampai ke pihak Polsek Sangir Batang Hari dan kemudian diteruskan ke Polres Solok Selatan untuk proses evakuasi dan penyelidikan lebih lanjut.
Namun, proses evakuasi sempat terkendala akibat medan lokasi kejadian yang cukup sulit diakses karena terletak jauh di tengah perkebunan sawit, jauh dari permukiman warga. Ambulans yang dikerahkan untuk mengevakuasi korban pun mengalami kesulitan menjangkau lokasi.
Akhirnya, pada pukul 13.30 WIB, kedua jenazah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Batang Sangir untuk keperluan visum dan penanganan lebih lanjut. Evakuasi turut didampingi oleh keluarga korban.
Hingga saat ini, aparat kepolisian dari Polres Solok Selatan masih terus mendalami motif dan pelaku di balik peristiwa tragis tersebut. Dugaan kuat mengarah pada tindak kriminal pembunuhan, namun kepolisian masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan tambahan dari para saksi serta pihak perusahaan. Pihak keluarga korban berharap pelaku segera ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku. (*)





