JAKARTA, HARIANHALUAN.ID- Serangan Israel menewaskan sedikitnya 60 orang di Gaza pada Senin (30/6) dalam sejumlah serangan terberat dalam beberapa minggu saat pejabat Israel dijadwalkan berada di Washington untuk gencatan senjata yang diserukan Presiden AS Donald Trump.
Sehari setelah Trump menyerukan buat kesepakatan di Gaza, Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer, orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan perjalanan ke Washington untuk berunding tentang Iran dan Gaza.
Namun di wilayah kantong Palestina itu, tidak ada tanda-tanda pertempuran akan berakhir. Militer Israel masih tetap menerbitkan perintah evakuasi kepada penduduk di distrik-distrik besar di Jalur Gaza utara, yang memaksa gelombang pengungsian baru.
”Ledakan tidak pernah berhenti, mereka mengebom sekolah dan rumah. Rasanya seperti gempa bumi,” kata Salah, 60, seorang ayah dari lima anak, dari Kota Gaza.
“Dalam berita, kami mendengar gencatan senjata sudah dekat, di lapangan kami melihat kematian dan kami mendengar ledakan. Lihat lah kami, kami bukan sekadar angka dan bukan sekadar gambar. Setiap hari kami menjadi martir seperti ini,” kata perempuan pengungsi Amani Swalha, yang berdiri di reruntuhan sekolah di kota Gaza yang terkena serangan.
“Hak kami untuk hidup, dan hidup dengan bermartabat, bukan seperti ini dalam kehinaan,”katanya.
Tank-tank Israel bergerak maju ke wilayah timur pinggiran Zeitoun di Kota Gaza dan menembaki beberapa wilayah di utara, sementara pesawat-pesawat mengebom sedikitnya empat sekolah setelah memerintahkan ratusan keluarga yang berlindung di dalamnya untuk pergi, kata penduduk.
Setidaknya 58 orang tewas dalam serangan Israel pada hari Senin, kata otoritas kesehatan, termasuk 10 orang tewas di Zeitoun dan sedikitnya 13 orang tewas di barat daya Kota Gaza.
Petugas medis mengatakan sebagian besar dari 13 orang tersebut terkena tembakan, tetapi penduduk juga melaporkan adanya serangan udara.
Berdasarkan tim medis, 22 orang, termasuk perempuan, anak-anak, dan seorang jurnalis lokal tewas dalam serangan udara Israel di sebuah kafe tepi pantai di Kota Gaza. Persatuan Jurnalis Palestina mengatakan lebih dari 220 jurnalis tewas di Gaza sejak perang dimulai pada Oktober 2023.
Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang target militan di Gaza utara, termasuk pusat komando dan kendali, setelah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko melukai warga sipil. Belum ada kabar langsung dari Israel mengenai korban yang dilaporkan di barat daya Jalur Gaza dan tepi pantai tersebut.
Pengeboman tersebut menyusul perintah evakuasi baru ke wilayah yang luas di utara, tempat pasukan Israel telah beroperasi sebelumnya dan meninggalkan kehancuran berskala luas.Militer memerintahkan orang-orang di sana untuk menuju ke selatan, dengan mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk memerangi militan Hamas yang beroperasi di Gaza utara, termasuk di jantung Kota Gaza.
Di samping pembicaraan tentang prospek gencatan senjata Gaza, Dermer juga berencana membahas kemungkinan kunjungan Netanyahu ke Gedung Putih dalam beberapa pekan mendatang, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut. Di Israel, kabinet keamanan Netanyahu diperkirakan sidang untuk membahas langkah selanjutnya di Gaza.
Sumber-sumber Palestina dan Mesir yang mengetahui upaya gencatan senjata terbaru mengatakan Qatar dan Mesir selaku mediator telah meningkatkan kontak mereka dengan kedua pihak yang bertikai, tetapi belum ada tanggal yang ditetapkan untuk putaran baru perundingan gencatan senjata.
Seorang pejabat Hamas mengatakan kemajuan bergantung pada perubahan posisi Israel dan kesepakatan mengakhiri perang dan menarik diri dari Gaza. Israel mengatakan mereka dapat mengakhiri perang hanya jika Hamas dilucuti dan dibubarkan. (*)





