UTAMA

Sumbar Waspada Karhutla, Puluhan Hektare Terbakar Sepanjang Bulan Juni

21
×

Sumbar Waspada Karhutla, Puluhan Hektare Terbakar Sepanjang Bulan Juni

Sebarkan artikel ini
Tim gabungan lakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat pada Jumat (27/6). Sumber foto: BPBD Kota Padang.

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, puncak musim kemarau di Sumatera Barat (Sumbar) akan berlangsung selama bulan Juli hingga Agustus mendatang. Bersamaan dengan itu, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga semakin meningkat.

Dinas Kehutanan Sumatera Barat (Dishut Sumbar) mencatat, selama periode Januari- Juli 2025, setidaknya terjadi 43 kali kejadian karhutla di wilayah Sumbar. Sekitar 85 persen, atau sebanyak 35 kejadian terjadi selama bulan Juni.

“Luasan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 75 hektare. Sebagian besar terjadi di luar kawasan hutan, seperti kawasan perladangan masyarakat serta Areal Penggunaan Lain (APL),” ujar Kepala Dishut Sumbar, Ferdinal Asmin kepada Haluan, Selasa (1/7).

Baca Juga  Pilkada Sumbar, Petahana Tak Harus Mundur dari Jabatan, Kecuali

Di tengah kondisi ini, Dishut Sumbar bersama instansi terkait lainnya yang tergabung dalam Brigade Karhutla akan terus mengintensifkan patroli pencegahan dan pemantauan titik panas (hotspot) yang terbentuk via satelit. “Kami juga memassifkan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak menggunakan api dalam kegiatan persiapan maupun pembukaan lahan,” ucapnya.

Ferdinal juga memastikan sistem pengendalian karhutla akan diaktifkan menyongsong masuknya musim kemaru. Saat ini, Satgas Karhutla Sumbar telah membuka posko di beberapa kabupaten/kota. Termasuk di wilayah Kota Padang serta di seluruh wilayah kerja Kelompok Pengelola Hutan (KPH).

Baca Juga  54 Wali Nagari Baru di Tanah Datar Dilantik, Bupati Wanti-wanti Jangan Sampai Tersandung Kasus Hukum

Tongkat komando Brigade Karhutla Sumbar sendiri berada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Jumlah dan kesiapan Brigade Karhutla akan kami optimalkan, baik melalui kerja sama dengan BPBD, TNI/Polri, maupun masyarakat sekitar,” katanya.

Menyongsong masuknya puncak musim kemarau yang dipekirakan  BMKG berada pada bulan Juli-Agustus, Dishut Sumbar juga mengimbau, masyarakat untuk tidak sembarangan membakar lahan maupun membuang puntung rokok di areal yang rentan terbakar.