UTAMA

Luka Karbala yang Dihidupkan Kembali pada Tradisi Tabuik

1
×

Luka Karbala yang Dihidupkan Kembali pada Tradisi Tabuik

Sebarkan artikel ini
Daraga Tabuik Pasa. MITHA

Tradisi Tabuik bukan sekadar festival budaya, melainkan ruang kontemplasi sejarah yang menghidupkan kembali nilai pengorbanan, keberanian, dan solidaritas. Dari Maatam hingga Maarak Jari-jari, masyarakat Pariaman terus merawat memori Karbala dengan penuh khidmat, mengakar kuat dalam identitas dan keyakinan kolektif.

Pembuatan Tabuik Gadang Rampung 60 Persen

Memasuki hari ketujuh iven Festival Budaya Tabuik 2025, pengerjaan Tabuik Gadang di Rumah Tabuik Pasa sudah rampung sekitar 60 persen, Kamis (3/7). Pengerjaannya dilangsungkan secara terpisah antara bagian pangkat atas dan pangkat bawah.

Baca Juga  Presiden Jokowi Kepincut Abon Ikan Tuna Khas Wakatobi Sulawesi Tenggara

Tuo Tabuik Pasa, Zulbakri mengatakan, saat ini tim perajin sedang menyelesaikan anyaman badan burak. Beberapa bagian sudah rampung seperti biliak-biliak dan tonggaknya serta sayap burak.

“Tim perajin sedang merampungkan riasan biliak-biliak dan tonggak serak. Sayap juga sudah dikerjakan. Tinggal bagian puncak dan badan burak yang masih proses pengerjaan,” kata dia.

Ia menuturkan pembuatan patung Tabuik sudah dimulai sejak prosesi pertama, yaitu Maambiak Tanah selesai dilaksanakan. Selama proses pembuatan Tabuik Gadang, tim perajin bekerja bersama dengan jumlah anggota seluruhnya sekitar 10 orang.

Baca Juga  Pangkas TKD, Pemerintah Bakal Hitung Ulang Kemampuan Fiskal Daerah

Ia menjelaskan, pembuatan kerangka Tabuik sudah dikerjakan dari rumah sebelum dibawa ke Rumah Tabuik. Pihaknya membawa kerangka dari patung raksasa tersebut bertepatan dengan hari pertama Pesona Budaya Tabuik, atau sebelum prosesi Maambiak Tanah.