LIFESTYLE

Ini yang Harus Dimaknai dalam Bulan Muharram sebagai Momentum Hijrah Diri

0
×

Ini yang Harus Dimaknai dalam Bulan Muharram sebagai Momentum Hijrah Diri

Sebarkan artikel ini

HARIANHALUAN.ID— Memasuki bulan Muharram 1447 Hijriah, Ustadz Adi Hidayat mengajak umat Islam menjadikan momen ini sebagai kesempatan untuk melakukan hijrah spiritual dan memperbanyak ibadah.

Dalam ceramah bertajuk “Muharram: Bulan Hijrah dan Pengampunan Dosa” yang disampaikannya melalui kanal YouTube dan berbagai media sosial, Ustadz Adi menekankan pentingnya menghidupkan amalan sunah selama bulan mulia ini.

“Bulan Muharram adalah bulan yang sangat agung. Puasa di hari Asyura, yakni tanggal 10 Muharram, memiliki keutamaan luar biasa yaitu menghapus dosa-dosa setahun yang lalu,” ujar Ustadz Adi, dikutip dari kajiannya yang tayang di Laman YouTube resminya pekan ini.

Baca Juga  Telkomsel Hadirkan Paket Terbaru Halo+ Bold & Supreme, Ini Keunggulan dan Kemudahannya!

Selain puasa Asyura, ia juga menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram, sebagai bentuk kesempurnaan dalam mengikuti sunah Rasulullah SAW.

“Ini bukan hanya soal ibadah, tapi juga bentuk syukur dan muhasabah. Kita jadikan Muharram sebagai bulan hijrah diri: hijrah dari malas ke semangat, dari lalai ke taat,” lanjutnya.

Ustadz Adi juga menekankan pentingnya memperbanyak amalan lain selama Muharram, seperti dzikir, sedekah, dan tilawah Al-Qur’an. Ia menyebut bahwa di tengah kesibukan era modern, umat Islam tetap bisa menjadikan Muharram sebagai waktu untuk memperkuat hubungan dengan Allah.

Baca Juga  Cara Memilih dan Membuat Bakso Enak dan Berkualitas

“Kalau di tahun masehi orang ramai membuat resolusi, maka di awal tahun Hijriah ini kita juga bisa memulai langkah perbaikan dari dalam, dengan niat yang ikhlas dan amal yang nyata,” pesan Ustadz Adi.