EkBis

Teras Kopi Pak Datuak: Dari Simpang Tambang Menuju Panggung Dunia

0
×

Teras Kopi Pak Datuak: Dari Simpang Tambang Menuju Panggung Dunia

Sebarkan artikel ini
5. Pengunjung Teras Kopi Pak Datuak

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.ID  – Teras Kopi Pak Datuak yang berlokasi di Simpang Tambang, Jorong Padang Aro, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, tak sekadar menawarkan secangkir kopi. Ia menyuguhkan perpaduan rasa, suasana, dan edukasi. Semua dalam satu genggaman.

Didirikan oleh Attila Majidi Datuak Sibungsu pada tahun 2018, Teras Kopi Pak Datuak berkembang menjadi lebih dari sekadar kafe. Dengan konsep terbuka dan panorama alam yang menawan, tempat ini menjadi ruang pertemuan lintas generasi mulai dari anak muda, orang tua, komunitas, hingga mahasiswa. Menu andalannya mencakup Kopi Sangir, Arabika, hingga teh pilihan seperti Jasmine Green Tea dan White Tea.

Yang membuat Teras Kopi istimewa adalah misinya. Di balik nikmatnya kopi, ada semangat agripreneur milenial. Datuak membina petani lokal agar mampu menghasilkan kopi berkualitas ekspor. Tak hanya itu, tempat ini juga menjadi pusat edukasi kopi bagi pelajar, petani, dan bahkan pejabat dari Kementerian Pertanian. “Setiap cangkir punya cerita. Dari kebun ke cangkir, semua melalui proses yang ingin kami bagi kepada siapa pun yang datang,” ujar Attila beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Pertamina Sumbagut Lakukan Pengecekan Harian SPBU di Seluruh Wilayah Aceh, Sumut, Riau, Kepri, dan Sumbar

Teras Kopi Pak Datuak juga membuka ruang magang bagi mahasiswa, mengajarkan proses kopi dari hulu ke hilir. Mulai dari pembibitan, penanaman, panen, pengolahan, hingga penyajian. Jiwa wirausaha dan cinta terhadap kopi lokal ditanamkan sejak awal.

Kerja keras ini membuahkan hasil manis. Kopi Pak Datuak resmi terpilih sebagai wakil Sumatera Barat dalam ajang bergengsi World of Coffee 2025 yang digelar di Jakarta pada 15–17 Mei.  Dua varian Green Bean Arabika Natural dan Full Wash berhasil menembus seleksi nasional dengan skor cupping di atas 80, masuk kategori Specialty Coffee. “Ini bukan sekadar pameran. Ini ajang dunia, dan Kopi Pak Datuak adalah suara Solok Selatan yang akan bergema di pentas global,” kata Attila bangga.

Baca Juga  Basko Nostalgia di Kampung Halaman

Cita rasa kopi ini unik. Aromanya saat kering mengingatkan pada kacang dan kentang rebus. Ketika diseduh, muncul sentuhan kakao, lemon, dan jambu.  Sensasi jeruk nipis hingga molase menari di lidah, sebelum ditutup oleh manis ringan yang elegan. Semua ini hasil uji dari 5758 Coffee Lab, Bandung.