BUKITTINGGI

P3APPKB Bukittinggi Cegah Stunting dengan Program Genting

2
×

P3APPKB Bukittinggi Cegah Stunting dengan Program Genting

Sebarkan artikel ini
Baznas Kota Bukittinggi dan Universitas Fort de Kock telah menjadi orang tua asuh dan mitra edukasi dalam program ini.GATOT

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID–Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) terus berupaya untuk mencegah kasus stunting ( gizi buruk) di Bukittinggi.

Salah satunya dengan mengelar program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di aula balai kota, Selasa (8/7).

Program Genting ini guna mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, kuat dan terbebas dari stunting.

Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan, stunting merupakan masalah kesehatan yang berdampak jangka panjang pada kualitas generasi.

Meski angka prevalensi stunting di Bukittinggi menurun dari 20,1 persen pada 2023, dan  menjadi 16,8 persen pada 2024, namun upaya pencegahan harus terus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Baca Juga  Disparpora Kirim Dua Perwakilan Pemuda Bukittinggi Ikuti Seleksi PPAP 2022

“Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), kita hadirkan kolaborasi dari berbagai pihak untuk memberikan bantuan nutrisi dan edukasi kepada keluarga berisiko stunting,” ujar Ibnu.

Ia juga mengapresiasi peran Baznas Kota Bukittinggi dan Universitas Fort de Kock yang telah menjadi orang tua asuh dan mitra edukasi dalam program ini.

Menurutnya, pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan bantuan nutrisi, tapi harus dibarengi dengan edukasi yang tepat agar orang tua mampu menerapkan pola makan dan pola asuh yang benar,” ucapnya.

Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi Nauli Handayani mengatakan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) merupakan inovasi kolaboratif yang bertujuan mempercepat penurunan stunting di Kota Bukittinggi.

Baca Juga  Tinjau SDN 08 Campago Ipuah, Komisi III DPRD Tekankan Keamanan Struktur Bangunan

Program ini melibatkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, swasta, komunitas, hingga individu, sebagai orang tua asuh yang memberikan bantuan gizi dan edukasi kepada keluarga berisiko stunting.

Pemko Bukittinggi melalui Dinas P3APPKB bersama lintas sektor, melaksanakan kegiatan ini sebagai bentuk nyata dari komitmen untuk mengentaskan stunting. “Salah satunya melalui penyerahan bantuan makanan tambahan kepada 52 keluarga berisiko stunting, serta pemberian edukasi mengenai gizi seimbang dan pola asuh kepada 389 keluarga lainnya,” ujarnya. (*)