PADANG, HARIANHALUAN.ID– Kejuaraan Nasional (Kejurnas) olahraga bela diri sambo tingkat remaja dan pelajar resmi digelar di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis hingga Sabtu (11–13 Juli 2025).
Ajang ini menjadi momentum penting bagi para atlet muda Indonesia, karena mereka yang meraih prestasi terbaik akan dipersiapkan untuk mewakili Tanah Air pada Youth and Junior World Sambo Championships 2025 yang akan digelar Oktober mendatang.
Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Sambo Indonesia (Pengprov Persambi) Sumatera Barat, Nurfirmanwansyah, menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat (PP) Persambi yang telah mempercayakan Sumbar sebagai tuan rumah Kejurnas Sambo 2025.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan ini. Kejurnas ini bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga bagian dari seleksi nasional untuk memilih atlet yang akan bertanding di level dunia. Semoga para atlet yang lolos nanti mampu membawa hasil terbaik untuk Indonesia,” ujar Nurfirman saat membuka Kejurnas tersebut.
Ia mengakui, pembinaan cabang olahraga sambo di Sumbar masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dari sisi sarana dan prasarana. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat atlet dan pelatih untuk berprestasi. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 lalu, atlet Sambo Sumbar berhasil menyumbangkan dua medali perak.
“Ini bukti bahwa meskipun kami terbatas secara fasilitas, proses pembinaan tetap berjalan. Kami optimistis ke depan prestasi Sambo Sumbar bisa terus meningkat,” tegasnya.
Melalui Kejurnas ini, Pengprov Persambi Sumbar juga berharap bisa menjaring bibit-bibit potensial dari berbagai daerah, khususnya dari kalangan remaja dan pelajar. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan pembinaan sejak usia dini demi memperkuat fondasi olahraga sambo nasional.
“Sumbar punya banyak potensi. Tinggal bagaimana kita menjaring dan membina mereka secara berkesinambungan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP Persambi), Krisna Bayu, menyampaikan bahwa Kejurnas Sambo 2025 di Padang diikuti lebih dari 100 atlet muda dari berbagai provinsi di Indonesia. Ia mengakui jumlah peserta memang belum begitu besar, namun menunjukkan perkembangan positif untuk cabang olahraga yang tergolong baru di Indonesia tersebut.
“Sambo ini masih tergolong ‘seumur jagung’, namun perkembangannya sangat cepat. Saat tampil perdana di PON, kita nyaris tidak menghadapi kendala berarti. Bahkan saat Sea Games lalu, dari target satu medali, atlet Sambo Indonesia berhasil membawa pulang empat medali,” ungkap Krisna.
Ia menambahkan, Kejurnas ini juga merupakan bagian dari seleksi nasional untuk membentuk tim yang akan mewakili Indonesia pada Youth and Junior World Sambo Championships 2025 di luar negeri.
“Kami melihat Kejurnas ini sebagai ajang penting. Bukan hanya mencetak juara nasional, tapi juga untuk mempersiapkan atlet-atlet muda menuju kompetisi internasional. Di kelompok remaja, Sambo Indonesia juga sudah punya prestasi membanggakan,” tuturnya.
Menurut Krisna, salah satu keunggulan olahraga sambo adalah minimnya masalah internal dan eksternal, baik dari sisi organisasi maupun kompetisi. Hal ini membuat pembinaan atlet dapat berjalan lebih lancar dan fokus pada prestasi. (*)





