UTAMA

Pemprov Sumbar Ajukan Permintaan Hujan Buatan, 270 Hektare Lahan di 6 Kabupaten/Kota Terbakar

3
×

Pemprov Sumbar Ajukan Permintaan Hujan Buatan, 270 Hektare Lahan di 6 Kabupaten/Kota Terbakar

Sebarkan artikel ini
Sejumlah petugas memadamkan api yang membakar lahan di Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, pada Sabtu (19/7). Sumber foto: BPBD Kab. Tanah Datar

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar mencatat, setidaknya 270 hektare lahan, yang tersebar di enam kabupaten/kota, terbakar.

Guna menekan dampak karhutla yang kian meluas ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar telah menyusun sejumlah langkah strategis. Salah satunya ialah mengajukan permintaan modifikasi cuaca kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menciptakan hujan buatan di kawasan terdampak, khususnya Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Solok.

“Permintaan modifikasi cuaca sudah kami sampaikan secara lisan kepada Kepala BNPB. Kami saat ini sedang intens berkomunikasi, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera dilakukan hujan buatan,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar, Rudy Rinaldi kepada Haluan, Selasa (22/7).

Baca Juga  Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan Penahan Tebing Batang Pasaman Tuai Sorotan

Rudy menyebut, permintaan tersebut difokuskan ke wilayah Limapuluh Kota, yang saat ini menjadi titik paling terdampak dan telah menetapkan status tanggap darurat hingga tanggal 30 Juli 2025 mendatang. Termasuk Kabupaten Solok yang juga telah menetapkan status serupa. Di Kabupaten Solok, karhutla dilaporkan terjadi di 14 kecamatan, sedangkan di Limapuluh Kota tersebar di 10 kecamatan.

Sementara menunggu respons dari pusat terkait modifikasi cuaca, BPBD Sumbar bersama Dinas Kehutanan (Dishut) Sumbar dan UPTD-UPTD di daerah hingga kini masih terus melakukan pemadaman dengan perlengkapan terbatas.

Baca Juga  Dikawal Aparat Kepolisian dan TNI, Ratusan Warga Nagari Sikabau Demo Kejaksaan Negeri Dharmasraya

Satu unit mobil tangki air milik BPBD Sumbar juga telah dikerahkan ke Limapuluh Kota untuk memperkuat pasokan air ke armada damkar yang berjibaku memadamkan api. “Kami bantu mobilisasi air agar mobil damkar tidak perlu bolak-balik ke sumber air. Ini penting agar pemadaman bisa lebih efisien,” ujar Rudy.

Menurutnya, meskipun belum ada indikasi kebakaran mendekati permukiman atau munculnya kabut asap yang signifikan, kondisi cuaca yang kering membuat risiko meluasnya kebakaran sangat tinggi.