AGAM

Program Sawah Pokok Murah Gagal di Padang Laweh, Cuaca Jadi Kendala Utama

1
×

Program Sawah Pokok Murah Gagal di Padang Laweh, Cuaca Jadi Kendala Utama

Sebarkan artikel ini
Sawah Pokok Murah
Kepala BPP beserta perangkat nagari tengah melakukan survei lahan sawah pokok murah. Program unggulan Pemerintah Kabupaten Agam bertajuk Sawah Pokok Murah (SPM) ini mengalami kegagalan pada tahap implementasi di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Puar. IST

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto bahkan mendorong agar metode SPM diadopsi sebagai bagian dari program pertanian nasional.

Menurut Djoni, metode SPM dirancang untuk membebaskan petani kecil dari ketergantungan terhadap pertanian modern berbasis kimia yang dinilai mahal dan merusak kesuburan tanah.

“Petani kecil yang selalu kekurangan modal akan sangat terbantu dengan metode sawah pokok murah, yang sebenarnya tidak hanya murah, namun juga lebih produktif,” ujarnya saat ditemui Haluan di Dangau Inspirasi miliknya, di kawasan Kurao Pagang, Kota Padang, beberapa hari yang lalu.

Baca Juga  Kejari Agam Musnahkan Barang Bukti 26 Perkara Kejahatan

SPM mengusung pendekatan Tanpa Olah Tanah (TOT), yakni dengan menutup lahan menggunakan mulsa jerami, menanam benih pada umur muda di tanah yang dangkal, satu benih satu lubang dan mengatur jarak tanam yang lebih renggang.

Metode ini diyakini mampu menjaga kesuburan tanah, mempertahankan ekosistem alami, serta mengurangi pertumbuhan organisme pengganggu tanaman. Namun, kegagalan di Padang Laweh mengingatkan bahwa keberhasilan metode SPM sangat dipengaruhi oleh kesiapan lahan dan ketersediaan sumber air yang memadai. (*)

Baca Juga  Pemprov Sumbar Dorong Perda Pesantren